Dolar Menguat dan Permintaan Melemah, Harga Minyak Kembali Tergelincir di Akhir Perdagangan

- Rabu, 8 September 2021 | 09:12 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

CALGARY, suaramerdeka.com - Penguatan dolar AS serta kekhawatiran soal pelemahan permintaan Amerika Serikat dan Asia membuat harga minyak kembali tergelincir di akhir perdaganga, Rabu 8 September 2021.

Penutupan produksi di pesisir Teluk Amerika Serikat juga membatasi kerugian minyak.

Untuk pengiriman Oktober, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober kehilangan 94 sen atau 1,4 persen, menjadi menetap di 68,35 dolar AS per barel dan menyentuh level terendah sesi di 67,64 dolar AS per barel.

Untuk pengiriman Oktober, minyak mentah berjangka Brent menurun 53 sen atau 0,7 persen, menjadi ditutup pada 71,69 dolar AS per barel setelah jatuh 39 sen sehari sebelumnya.

Baca Juga: Sayur Becek, Kuliner Khas Grobogan dengan Sensasi Asam Pedas yang Khas

John Saucer, wakil presiden pasar minyak mentah di Mobius Risk Group di Houston, mengatakan dolar yang lebih kuat dan langkah Arab Saudi pada Minggu (5/9) untuk memangkas harga jual resmi (OSP) Oktober telah menekan minyak mentah.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,32 persen menjadi 92,5126 pada akhir perdagangan Selasa (7/9), menyusul kenaikan 0,2 persen di sesi sebelumnya.

Minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya seiring kenaikan dolar.

"Orang-orang membaca perubahan harga Saudi sebagai tanda memudarnya permintaan Asia dan skala pemotongan lebih besar dari yang diperkirakan," kata Saucer.

Baca Juga: Dana JPS Blora Tahap Tiga Digelontorkan, Total Capai Rp 647 Juta

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X