Emas Turun Semakin Tajam Usai Penguatan Dolar dan Hasil Obligasi yang Lebih Tinggi

- Rabu, 8 September 2021 | 08:24 WIB
emas. (pixabay)
emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Penguatan dolar diserta lebih tingginya hasil obligasi, membuat emas kian melorot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu, 8 September 2021 pagi WIB).

Bahkan, emas berada di jalur penurunan harian terbesar dalam sebulan, serta daya tariknya mulai memudar.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terjun 35,2 dolar AS atau 1,92 persen menjadi ditutup pada 1.798,50 dolar AS per ounce.

Awal pekan ini, emas berjangka juga merosot 8,20 dolar AS atau 0,45 persen menjadi menetap 1.825,50 dolar AS.

Baca Juga: Juli 2021, Neraca Perdagangan Jateng Surplus 74,35 Juta Dolar AS

Sebelumnya, emas setelah melonjak 22,2 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1,833,70 dolar AS pada Jumat, 3 September 2021, dan terpangkas 4,5 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.811,50 dolar AS pada Kamis, 2 September 2021.

Emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang seiring lonjakan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya sebesar 0,5 persen.

"Pasar emas melihat beberapa retracement, dengan dolar kemungkinan akan naik lebih jauh dan menekan logam," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Baca Juga: Bioskop Dilarang Beroperasi Selama PPKM, GPBSI: Ekosistem Perfilman Indonesia Akan Jadi Korban

Jumlat lalu, emas mencapai tertinggi 2,5 bulan usai laporan pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin mendorong kembali pengurangan pembelian obligasi (tapering).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X