Harga Minyak Kembali Turun Seiring Penurunan Tajam Kontrak Arab Saudi

- Selasa, 7 September 2021 | 10:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Harga minyak kembali menurun pada akhir perdagangan Selasa 7 September 2021, seiring penurunan tajam Arab Saudi atas harga kontrak minyak mentah untuk kawasan Asia.

Penurunan tajam Arab Saudi tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran atas prospek permintaan minyak.

Untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka Brent melemah 39 sen, menjadi menetap di 72,22 dolar AS per barel.

Sementara untuk pengiriman Oktober, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 40 sen menjadi 68,89 dolar AS per barel.

Baca Juga: Realisasi Penyaluran BSU Capai 3,25 Juta Pekerja, Sebagian Besar Belum Terima

Melalui sebuah pernyataan, kelompok perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco akan memotong harga jual resmi (OSP) Oktober untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia, wilayah pembelian terbesarnya, setidaknya 1 dolar AS per barel.

Jajak pendapat Reuters dari para penyuling minyak Asia menyebu, pemotongan harga itu lebih besar dari yang diperkirakan.

"Ketika raksasa Saudi memangkas harga jualnya ke Asia untuk Oktober, menandakan bahwa hubungan penawaran-permintaan sedikit bergeser, para pedagang tidak bisa tidak mengikuti jalan itu hari ini," kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy.

Pasokan minyak global meningkat setelah OPEC+ meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan antara Agustus dan Desember.

Baca Juga: Pertemuan Presidensi G20 Indonesia Bahas Isu Ketenagakerjaan, Menaker: Persiapan Perlu Serius

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X