Harga Emas Berjangka Melemah pada Akhir Perdagangan Tertekan Penguatan Dolar

- Selasa, 7 September 2021 | 08:12 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Penguatan dolar membuat harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, Kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, merosot 8,20 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi menetap pada 1,825,50 dolar AS per ounce.

Libur Hari Buruh AS pada hari Senin, 6 September membuat perdagangan emas kurang bergairah.

Dalam perdagangan sebelumnya, emas berjangka melonjak 22,2 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1,833,70 dolar AS pada hari Jumat (3/9).

Baca Juga: Saipul Jamil Bebas dan Disambut, Najwa Shihab: Orang Jadi Biasa Melihat Para Pelaku Kekerasan Seksual

Sebelumnya, emas jatuh 4,5 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.811,50 dolar AS pada hari Kamis (2/9), kemudian merosot 2,1 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.816 dolar AS pada hari Rabu (1/9).

Spekulasi baru bahwa Federal Reserve AS mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi yang didorong oleh pandemi membuat emas bertahan dekat level tertinggi 2,5 bulan.

Emas kurang menarik bagi bagi mereka yang memegang mata uang lainnya karena penguatan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, sebesar 0,20 persen pada 92,2194.

Baca Juga: Tata Kelola Air Jateng-DIY, Komisi D DPRD Jateng Minta Ada Kesepahaman

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X