Dari Bantu Orang Tua, Kini Jadi Supplier Mie Ayam

- Kamis, 10 Oktober 2019 | 22:21 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

KENDAL.suaramerdeka.com - Memulai usaha di usia muda menjadi hal yang sangat menarik dan patut untuk dicoba. Bayangkan, di usia yang masih remaja, memiliki sebuah bisnis dan juga penghasilan sendiri.

Tak heran jika belakangan ini ada banyak remaja yang memulai bisnis pertama mereka sejak masih muda. Pilihan berbagai jenis usaha dapat dimulai dari yang dikenal dan dipahami, karena dengan usaha yang dimulai dengan persiapan matang sejak awal, maka dalam pengelolaannya akan mudah dan hasil maksimal.

Adalah Heri Sutrisno (33), yang mencoba usaha penggilingan mi untuk bahan mie ayam sejak tahun 2006 di daerah Bandengan RT04/RW01 Bandengan, kabupaten Kendal. Usaha yang dimulai saat Heri yang suka membantu bapaknya yang membuka usaha jualan mi ayam di rumah.

Dari membantu orang tuanya, Heri pun belajar dan mengerti, bahwa kebutuhan para pedagang mi ayam adalah bahan baku mi. Sejak saat itu Heri dan bapaknya belajar membuat mi sendiri, dengan produksi terbatas karena untuk bahan jualan mi ayam sendiri.

“Saat usia saya 20 tahun, barulah saya memulai dengan menjual produk mie kami ke para penjual mi ayam di area kota Kendal dan sekitarnya. Kami mulai dengan peralatan manual seadanya, baru saat sudah membuahkan hasil, kami membeli alat giling yang berkapasitas besar. Dari pintu ke pintu kami tawarkan produk kami ke pedagang mi, dan alhamdulillah sekarang sudah ada 90-an outlet di wilayah kabupaten Kendal yang ambil mi di tempat kami,” ujar bapak satu anak ini yang akrab disapa bos Heri kepada suaramerdeka.com.

Ditambahkan Heri, usaha penggilingan yang dinamai Jaya Makmur, meski hanya usaha rumahan, tapi mampu membuka lapangan kerja bagi warga Bandengan. Dalam  operasionalnya Jaya Makmur bisa memproduksi 2,5 kwintal mie perh ari yang siap diantar ke pedagang mi ayam di wilayah kabupaten Kendal setiap pagi. Disamping usaha penggilingan mi, Jaya Makmur juga membuka outlet mi ayam di wilayah pasar Srogo Kendal yang dinamakan Mie Ayam dan Bakso Blentot.

“Mie Ayam dan Bakso Blentot baru dibuka bulan Juni tahun ini, dalam sehari kami bisa menjual, tiga kilogram mi ayam atau 50 mangkuk, dan dua kilogram bakso atau 40 mangkuk, dan Insya Allah kedepannya kami akan buka outlet lain di wilayah Kendal dan sekitarnya,” pungkas Heri.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X