Sektor Pariwisata Direaktivasi Melalui Program Akomodasi Nakes, Kemenkeu Turunkan Anggaran Rp298 Miliar

- Sabtu, 4 September 2021 | 14:33 WIB
 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan upaya reaktivasi sektor pariwisata terus berjalan.  (Dokumentasi Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan upaya reaktivasi sektor pariwisata terus berjalan. (Dokumentasi Kemenparekraf)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan upaya reaktivasi sektor pariwisata terus berjalan.

Salah satunya melalui program akomodasi bagi "Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang Fasilitas Kesehatan Penanganan Covid-19" yang saat ini telah memasuki tahap persiapan akhir.

“Usulan untuk program ini telah memperoleh persetujuan dari Kemenkeu melalui surat Direktorat Jenderal Anggaran. Surat persetujuan telah kami terima pada tanggal 24 Agustus 2021 dengan anggaran sebesar Rp298 miliar," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 September 2021.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan, Perkuat Ultimate Service melalui Transformasi Digital

Kemenparekraf sebelumnya telah menerima pengajuan dari 71 rumah sakit untuk akomodasi tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 9.766 orang dengan 465.659 unit kamar.

Dukungan akomodasi juga disertai penyediaan fasilitasi makan dan minum, binatu, serta transportasi, yang akan berjalan hingga akhir November 2021.

“Untuk itu kami mengapresiasi sebesar-besarnya komitmen untuk dapat mendahulukan realisasi anggaran ini bagi saudara-saudara kita di garda terdepan penanganan Covid-19 yaitu tenaga kesehatan.

Kemenparekraf tidak akan dapat menjalankan program ini tanpa dukungan dari KPC-PEN dan Kementerian Keuangan,” ujar Sandiaga.

“Dengan kolaborasi baik antara berbagai pihak, program ini diharapkan dapat tepat sasaran, tepat manfaat, tepat waktu, dan akan kita dorong sebagai kontribusi Kemenparekraf dalam penanganan pandemi Covid-19 di tengah masa PPKM.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X