Harga Emas Kembali Jatuh Setelah Investor Abaikan Pelemahan Dolar

- Jumat, 3 September 2021 | 09:24 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Investor yang mengabaikan pelemahan dolar membuat harga emas kembali jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Selain itu investor juga masih fokus pada data penggajian non-pertanian yang akan dirilis Jumat waktu setempat, yang dapat menentukan strategi pengurangan stimulus Federal Reserve (Fed) AS.

Untuk pengiriman Desember, kontrak harga emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi 4,5 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 1.811,50 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka juga turun 2,1 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.816 dolar AS per ounce sehari sebelumnya, setelah melonjak 5,9 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.818,10 dolar AS per ounce pada Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Periode September 2021, Begini Cara Mengeceknya

"Pasar emas saat ini sedang berkonsolidasi dan tidak peduli tentang hal lain sampai jumlah pekerjaan muncul," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, di Chicago.

Soal penurunan dolar, investor tidak terlalu memperhatikan penurunan dolar karena biasanya dolar melemah ketika emas naik, karena membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Analis pasar berpendapat bahwa komentar Powell telah membuat laporan pekerjaan bulanan AS sangat penting karena data tersebut dapat meletakkan dasar untuk pertemuan Federal Reserve akhir bulan ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap penurunan suku bunga, yang menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Presiden Tinjau Vaksinasi Pelajar di Pesawaran, Bupati Berharap Dipercepat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X