Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Strategi UMKM Batik Pekalongan

- Kamis, 2 September 2021 | 12:15 WIB
 Yuni Faizah, Pengusaha Batik Pekalongan. (suaramerdeka.com / Kuswandi)
Yuni Faizah, Pengusaha Batik Pekalongan. (suaramerdeka.com / Kuswandi)

Ia menceritakan bahwa bergelut di bidang usaha batik sudah ditekuninya selama 11 tahun.

Batik yang dijualnya pun beragam, tidak hanya batik tulis dan kombinasi cap tulis berbentuk kain.

Namun, juga pakaian batik, seperti tunik, kemeja, daster, pakaian anak, dan sebagainya.

Di masa pandemi ini, strategi yang ia lakukan agar tetap bertahan yakni meningkatkan kualitas produk dan mengikuti trend batik yang sedang berkembang namun tetap dengan ciri khas batik Ayuni yang soft tetapi modis.

Baca Juga: Fahri Hamzah Menilai Partai Oposisi Tidak Menggunakan Suara Rakyat: Mereka Banyak Beban

Dikatakan, ilmu yang ia dapatkan selama mengikuti beberapa kali pelatihan yang diselenggarakan Dindagkop-UKM, ia terapkan dalam usahanya.

Salah satunya dengan memanfaatkan group whatsapp untuk berjualan.

“Kami memilih menggunakan group whatsaap karena memang lebih mudah digunakan dan disesuaikan dengan sumber daya kami. Banyak platform yang bisa digunakan tidak hanya marketplace, seperti telegram, Instagram dan sebagainya,”katanya.

Selain itu, UMKM juga dilibatkan secara aktif untuk mengikuti beberapa acara pameran seperti pekan batik.

Ia juga mengaku, sempat diberikan kesempatan untuk mengikuti pameran di Republik Kepulauan Fiji untuk mempromosikan batik, namun ditunda karena adanya pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X