Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Strategi UMKM Batik Pekalongan

- Kamis, 2 September 2021 | 12:15 WIB
 Yuni Faizah, Pengusaha Batik Pekalongan. (suaramerdeka.com / Kuswandi)
Yuni Faizah, Pengusaha Batik Pekalongan. (suaramerdeka.com / Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Batik kini bukan sekadar budaya, tetapi telah menjelma menjadi komoditas bisnis berkelas dunia.

Namun, lebih dari satu tahun eksistensi batik terus diuji di masa pandemi.

Mulai dari sulitnya pemasaran hingga menurunnya daya beli masyarakat menjadi problema bagi para pelaku UMKM di Kota Batik ini.

Namun, tantangan ini justru ditangkap Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan untuk mendorong digitalisasi pemasaran produk bagi UMKM binaannya melalui pelatihan digital marketing maupun pelatihan ekspor.

Baca Juga: Kementerian BUMN Apresiasi Transformasi PLN, Bisa Tingkatkan Layanan dan Laba Perusahaan

Salah satu UMKM batik binaan Dindagkop-UKM yakni Ayuni Batik milik Yuni Faizah.

Sejak 2017, batik miliknya telah tergabung menjadi mitra binaan Dindagkop-UKM.

Ia mengaku, sebagai mitra binaan banyak manfaat yang dirasakan baik ilmu, pengalaman, relasi hingga berdampak pada penjualan batik miliknya.

“Di awal pandemi, penjualan masih cukup baik meskipun mengalami penurunan. Tetapi, yang saya rasakan sebagai mitra binaan Dindagkop-UKM sangat membantu, terutama menambah wawasan. Bagaimana cara berjualan online, cara ekspor, dan lainnya,” tutur Yuni saat ditemui di tokonya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 14 No 41, Tirto, Kota Pekalongan, Rabu (1/9).

Baca Juga: Kominfo Buka Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Pusat 2021 – 2025, Simak Syaratnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X