Ajak Masyarakat Larisi UMKM Terdampak Pandemi, Wali Kota Salatiga Beli Kopi Keliling

- Rabu, 1 September 2021 | 17:40 WIB
BELI KOPI KELILING : Wali Kota Salatiga Yuliyanto membeli kopi keliling milik pedagang UMKM di Rumah Dinas Wali Kota, baru-baru ini.  (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
BELI KOPI KELILING : Wali Kota Salatiga Yuliyanto membeli kopi keliling milik pedagang UMKM di Rumah Dinas Wali Kota, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

 SALATIGA, suaramerdeka.com - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengajak masyarakat melarisi UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 sekarang ini. Karenanya, orang nomor satu di Pemkot Salatiga itu mendukung gerakan save our shop (SOS), yakni mendukung kebangkitan ekonomi pelaku UMKM dan coffee shop.

"Ini bagian dari daya ungkit untuk kembali menggerakkan perekonomian warga di masa pandemi. Selain untuk ASN, kami juga imbau masyarakat membeli di UMKM terdekat," paparnya.

Yuliyanto juga menyampaikan dengan adanya kelonggaran, harus dimanfaatkan pelaku UMKM. Sekarang ini, menurutnya, masyarakat sudah boleh makan di tempat meski dibatasi waktu.

Baca Juga: Rekapitulasi DPB: Kota Semarang Punya 410 Pemilih Baru

"Jadi para penjual juga harus sekaligus menjadi petugas. Jika ada pelanggan yang melebihi batas waktu, diberi tahu dan diingatkan. Kalau keadaan semakin baik serta kasus Covid-19 turun, maka nanti akan ada kebijakan lagi untuk kebangkitan pelaku usaha," jelasnya.

Dijelaskan, saat ini Salatiga masuk level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kondisi ini patut disyukuri karena pada pekan sebelumnya masuk level 4.

"Jangan lengah, tetap taat patuh pada protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Kita sudah level 3 PPKM, terima kasih semuanya yang sudah bekerja sama taat peraturan PPKM, menjaga protokol kesehatan, dan ikut vaksinasi Covid-19," katanya.

Sementara itu Henoch Priyanto Manglabi, seorang penjual kopi keliling mengatakan, selama empat tahun menjadi eksportir kopi di Timor Leste.

Meski mendapat penghasilan yang menjanjikan, dia memilih menjadi penjual kopi keliling di Kota Salatiga.

Baca Juga: God Bless, Soman Lubis, Calon Insinyur yang Berakhir Tragis

"Saya tak ingin kopi hanya dinikmati masyarakat kelas atas. Kopi ini adalah minuman semua masyarakat, jadi jangan jual kopi mahal-mahal hanya untuk sekadar gaya," jelasnya di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, baru-baru ini.

Henoch mengatakan meski menjual kopi keliling, kualitas kopi racikannya tak kalah dengan kopi yang dijual di kafe-kafe. Ia mempromosikan dagangannya itu via media sosial.

"Kalau ada yang order tinggal membagikan lokasi dan saya meluncur ke lokasi pemesan. Mau menikmati kopi di pasar, pinggir jalan, atau di kantor saya siap melayani," jelasnya.

Setiap hari setidaknya dia bisa menjual hingga 50 hingga 80 gelas dengan harga jual kisaran Rp 8.000 hingga Rp 15.000. Dia bisa meracik kopi sesuai pesanan, mulai dari americano, caffee latte, hingga cappucino.

Henoch juga menyampaikan aspirasinya agar penjual yang berkeliling dan biasa beroperasi malam hari diberi kelonggaran. "Para pedagang siap mematuhi protokol kesehatan karena kami juga berharap keadaan lebih baik," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X