Rantai Distribusi Beras Perlu Dipastikan Berjalan Efektif Agar Harga Stabil dan Terjangkau

- Rabu, 1 September 2021 | 12:25 WIB
Pengecekan stok beras di salah satu pasar Temanggung. (suaramerdeka.com / dok)
Pengecekan stok beras di salah satu pasar Temanggung. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam memastikan harga beras yang stabil dan terjangkau, pemerintah perlu memastikan bahwa rantai distribusi beras di Indonesia dapat berjalan secara efektif.

“Panjangnya rantai distribusi beras di Tanah Air menyebabkan harga beras tinggi dan merugikan beberapa pihak seperti petani dan pedagang eceran. Ironisnya rantai distribusi ini justru menguntungkan sejumlah pihak yang justru berada di antara pihak-pihak yang merugi,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta.

Berdasarkan penelitian CIPS, beras harus melalui empat sampai enam titik distribusi sebelum sampai ke tangan konsumen.

Pertama, petani menjual berasnya kepada tengkulak atau pemotong padi, yang akan mengeringkan padi dan menjualnya kepada pemilik penggilingan.

Baca Juga: Kebumen Masuk PPKM Level 3, Tahanan Polres Masih Belum Bisa Dibesuk

Pemilik penggilingan akan menjual beras yang dihasilkannya ke pedagang grosir berskala besar yang memiliki gudang penyimpanan.

Pedagang grosir ini akan kemudian menjual beras tersebut kepada pedagang grosir berskala kecil di tingkat provinsi (seperti di Pasar Induk Beras Cipinang) atau kepada pedagang grosir antar pulau.

Pihak terakhir inilah yang akan menjual beras kepada para pedagang eceran.

“Dalam setiap rantai distribusi, margin laba terbesar dinikmati oleh para tengkulak, pemilik penggilingan padi atau pedagang grosir."

Baca Juga: Said Didu Vs Fahri Hamzah, Beda Pandangan soal KPK

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X