Sembilan Tahun CFD Solo, Masih Banyak Motor Melanggar

Andika
- Sabtu, 13 Juli 2019 | 11:01 WIB
CAR FREE DAY : Suasana Solo Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi)
CAR FREE DAY : Suasana Solo Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno menyebut evaluasi selama sembilan tahun menggelar Solo Car Free Day (CFD), kesadaran pengguna kendaraan dinilai masih kurang. Setiap kali CFD ada saja pengendara kendaraan nekat melintas di Jalan Slamet Riyadi.

"Kami terus melakukan evaluasi setiap penyelenggaraan CFD. Sampai saat ini masih banyak pengendara kendaraan nekat melintas di CFD, sSehingga, petugas kami harus selalu berjaga untuk menghalau para pelanggar ini," kata Hari

Keberadaan pengguna kendaraan mengganggu kenyamanan warga dan pengunjung CFD. Ke depan Dishub bakal menerjunkan banyak petugas untuk mengawasi setiap titik rawan pelanggaran. "Meski sudah berjalan sembilan tahun, tetapi kami belum bisa melepaskan begitu saja CFD berjalan tanpa adanya petugas. Pelanggaran masih banyak terjadi. Jadi kami harus terus menerjunkan petugas setiap kali ada CFD," katanya.

Hari mengakui penyebab motor nekat lantaran petugas belum mengambil tindakan atau sanksi tegas terhadap pelanggar. Selama ini para pelanggar hanya mendapatkan peringatan. Sementara untuk sanksi atau hukuman belum pernah diterapkan.

Selain, Hari mengatakan masih ada saja kegiatan berbau politik di area CFD. Padahal, sesuai aturan kawasan CFD bebas dari kegiatan berbau politik. "Di usia sembilan tahun ini kami akan terus melakukan pembenahan. Sehingga CFD bisa semakin nyaman dijunjungi. Semakin hari jumlah warga yang datang ke CFD semakin bertambah," kata Hari.

Editor: Andika

Terkini

X