CILACAP, suaramerdeka.com – Taman Edukasi Ketapang sebagai tempat pengolahan sampah terpadu di Kelurahan Kebonmanis, Kabupaten Cilacap, kini mengembangkan olahan limbahnya.
LKM Makmur Sejahtera sebagai pengelola Taman Edukasi Ketapang bersama PLN Peduli saat ini tengah mengembangkan tempat olahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel.
Moh. Nurhidayat, penggerak sekaligus inisiator program tersebut menjelaskan bahwa ide mengelola limbah minyak jelantah sebenarnya bukan hal yang baru.
Baca Juga: Momen Sadis Mohammad Ahsan Terkena Pukulan Smash, di Babak 32 Besar Malaysia Masters 2023
Sebelumnya, pada tahun 2019, kelompok Bank Sampah Mandiri telah mengelola limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi produk berupa sabun mandi dan lilin.
Kini, dengan menggandeng tim dari Politeknik Negeri Cilacap, limbah minyak jelantah tersebut akan diolah menjadi biodiesel.
“Tim dari Politeknik Negeri Cilacap akan membantu dalam pembuatan mesin pengolahan biodeselnya. Nantinya minyak jelantah yang telah dikumpulkan akan diolah hingga menjadi biodesel standar yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan serta dapat juga dijual ke masyarakat,” terang Nur.
Baca Juga: Cegah Kanker Serviks, Disediakan Vaksin HPV Gratis di Seluruh Indonesia, Ini Cara Pemberiannya
Program pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel ini juga turut dibarengi dengan aksi komunitas melakukan edukasi baik ke masyarakat, komunitas bank sampah, maupun sekolah-sekolah melalui program akademi jejak jelantah.
Program akademi jejak jelantah sendiri merupakan program berbasis pendidikan dengan tujuan menyiapkan generasi penerus calon pemimpin yang berwawasan lingkungan.
Program ini akan dilaksanakan dalam durasi 6 bulan dengan target siswa kelas 7 dan 8 SMPN 3 Maos.
“Nantinya siswa akan diberikan materi tentang pelestarian lingkungan serta pelatihan pembuatan produk dari sampah dan minyak jelantah,” jelas Nur.
Sementara itu, Manager PLN UPT Purwokerto, Henny Ika Septyani mengatakan, program olahan limbah jelantah dan akademi jejak jelantah tersebut merupakan pengembangan dari program pengolahan sampah terpadu didalam Taman Edukasi Ketapang.
“PLN melalui program TJSL PLN Pedulinya telah berkolaborasi dengan LKM Makmur Sejahtera selama lima tahun. Selama itu pula program-program yang telah dibangun juga terus berkembang, sejalan dengan isu permasalahan lingkungan."
Artikel Terkait
Jangan Heran! Ternyata Limbah Pindang Bisa Jadi Pakan Alternatif Untuk Ikan Lele Budidaya Lho, Penasaran?
Ternyata Limbah Dapur ini Bisa Untuk Pukuk Organik Aglonema Menjadi Subur dan Rimbun, Begini Caranya
Webinar PDIL SCU : Literasi Pemanfaatan Limbah Makanan Rendah
Jangan Buang Limbah Rumah Tangga Anda! Inilah Cara Mengatasi Sampah yang Tidak Dapat Terurai Tuntas
Terungkap! Ini Alasan Limbah Jerami Padi Masih Jadi Pakan Alternatif Andalan Peternak Kambing dan Sapi