Gadai Tabungan Emas Jadi Pilihan UMKM Perintis, Tak Lagi Galau Usahanya Makin Berkilau

- Jumat, 3 Maret 2023 | 13:53 WIB
Pelaku UMKM kuliner rumahan, Fitria (34), menunjukkan sampel makanan yang dijual secara daring. Dia memulai usahanya dengan bermodalkan gadai tabungan emas yang ia investasikan melalui PT Pegadaian (Persero). (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)
Pelaku UMKM kuliner rumahan, Fitria (34), menunjukkan sampel makanan yang dijual secara daring. Dia memulai usahanya dengan bermodalkan gadai tabungan emas yang ia investasikan melalui PT Pegadaian (Persero). (suaramerdeka.com/Modesta Fiska)

SUARAMERDEKA.COM - Punya utang untuk modal usaha bukanlah hal yang tabu tapi menggadaikan aset pribadi untuk memulai usaha jadi salah satu alternatif yang dinilai lebih nyaman.

Pilihan itu dilakoni Fitria (34), yang menjadi perintis usaha di bidang kuliner yang sejak dua tahun lalu, merambah usaha makanan berbasis online dengan pangsa pasar nasional ini.

Meski dibilang masih merintis usaha, Fitria mengaku usahanya bisa berdiri berkat menggadaikan asetnya di Pegadaian.

Baca Juga: Bank Indonesia Jawa Tengah Akselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran, Penggunaan QRIS Sektor UMKM Digencarkan

Mantan karyawan swasta ini mengaku memulai usaha tanpa membuka pinjaman, lantaran merasa tak nyaman jika tercatat memiliki utang.

Wanita lulusan Undip ini awalnya berinvestasi logam mulia (LM) di Pegadaian sejak masih duduk di bangku kuliah. Hal itu ia lakukan semenjak mengetahui nilai investasi emas tak akan tergerus inflasi.

"Dulu beli LM di Pegadaian Karangturi. Terus teman saya kebetulan ada yang kasih tahu kalau bisa tabung emas dengan cara mudah, jadi Pegadaian ada tabungan emas digital dengan nominal rendah, yang dikonversi ke satuan gram LM," ujarnya belum lama ini.

Baca Juga: Biar Setrong Cegah Kanker Serviks, Wajib Vaksinasi HPV Untuk Anak Perempuan Kelas 5 dan 6 SD, Ini Alasannya!

Menurut Fitria, kini ia lebih senang menabung emas dengan aplikasi Pegadaian Digital lantaran lebih praktis. Berawal dari menabung emas itulah, ia kemudian menggadaikan asetnya untuk memulai usaha.

Modal awal yang ia butuhkan saat itu memang cukup banyak, lantaran merintis dari nol. Makanan puding, pepes ayam, sambal kemasan, hingga jenis makanan lainnya membutuhkan sistem pendukung fisik dan bukan fisik untuk berjalan.

"Awal modal usaha butuh banget alat masak dan penyimpanan makanan yang aman. Urusan skill udah ada, tapi bener butuh banget soal kemasan yang baik, pemasaran, biaya iklan, endorse, dan hal lain yang gak dilihat sama konsumen," jelasnya.

Baca Juga: Subhanallah... Bisa Gajian Tiap Hari Dari Telur Bebek, Pensiunan Mau Beternak Segera Merapat

Pertama gadai tabungan emas, menurut Fitria sangat mudah karena tinggal membuka aplikasi, memilih jangka waktu, langsung bisa masuk ke rekening pribadi tanpa ribet ke outlet.

Hal lain yang membuatnya merasa terbantu dengan sistem gadai digital, ia juga memanfaatkan gadai Krasida yang bisa dicicil setiap bulan. Ia bahkan memanfaatkan tenor waktu maksimal selama 3 tahun.

"Ketimbang utang sama kerabat, malu juga, kalau punya aset yang bisa digadai, ya kenapa enggak. Pokoknya sejak saya kenal sama Emas Digital Pegadaian dan arisan emas, itu pasti saya ikut. Buka 1 gram, kadang ikut sampai 2 slot atas nama saya dan kakak saya," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rumah Abon Bangkitkan Lagi UMKM Abon Nabati

Senin, 22 Mei 2023 | 07:00 WIB

Kadin dan BUMN Sinergi Ciptakan Peluang

Jumat, 12 Mei 2023 | 14:08 WIB
X