Lengkapi Ekosistem BBG Transportasi, Subholding Gas Pertamina Sediakan Alternatif Energi Gas Bumi

- Selasa, 21 Februari 2023 | 15:55 WIB
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah dalam Talkshow Ekosistem BBG Transportasi di Indonesia di IIMS 2023, 21 Februari 2023 (suaramerdeka.com / dok)
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah dalam Talkshow Ekosistem BBG Transportasi di Indonesia di IIMS 2023, 21 Februari 2023 (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina meningkatkan layanan gas bumi untuk bisa dimanfaatkan transportasi, sebagai energi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan di masa transisi energi.

Upaya ini juga melengkapi ekosistem Bahan Bakar Gas (BBG) yang tengah dicanangkan PGN untuk masyarakat.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah dalam Talkshow "Ekosistem BBG Transportasi di Indonesia" di IIMS 2023, 21 Februari 2023.

Baca Juga: Keren! Susul Tesla, VW Group Bakal Punya Pabrik di Indonesia? Cek Ricek Faktanya

"Subholding Gas Pertamina mencoba memberikan alternatif energi gas bumi untuk transportasi sebagai pelengkap energi yang sudah ada," ujarnya.

"BBM tetap ada, ke depannya juga EV. Kemudian transisi energi BBM ke menuju energi baru terbarukan membutuhkan waktu, di situlah peran Subholding Gas untuk mengisi transisi tersebut," ujarnya.

Subholding Gas melalui PT Gagas Energi Indonesia mengimplementasikan konversi BBG ke kendaraan logistik.

Baca Juga: Menlu Retno Sebut 85 WNI Terdampak Gempa Turki akan Pulang ke Indonesia Sesuai Permintaan Keluarga

Kemudian, kendaraan roda empat (taksi konvensional& online), kendaraan roda tiga (bajaj), light vehicle atau kendaraan penumpang, dan sepeda motor.

BBG hadir sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan dan ekonomis, karena pasokan gas bumi yang cukup melimpah bersumber dari dalam negeri.

Kelebihan BBG yang ekonomis dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga 30 persen.

Baca Juga: Deretan Artis Ini Berakhir Dipenjara Usai Terjun ke Politik, No.2 Baru Bebas

Hardiansyah melanjutkan, harga BBG ditetapkan oleh Kementerian ESDM yaitu Rp 4.500 per Liter Setara Premium (LSP).

"Di manapun pengisiannya di seluruh Indonesia, harganya tetap sama. Saat ini ada 50 titik pengisian BBG dan akan bertambah, karena kami sedang mengupayakan untuk mengaktiviasi 34 SPBG," paparnya

Saat ini, salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pilot project konversi BBG untuk sepeda motor.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X