KONI dan Kemenpora Tanggapi Penolakan Digelarnya PON Papua Dari Walikota Jayapura

OKZ
- Selasa, 25 Mei 2021 | 21:19 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAYAPURA, suaramerdeka.com - Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tommy Mano, dengan tegas menolak Kota Jayapura menjadi tuan rumah PON XX Papua. Mano mengatakan, tak ada keterbukaan pengelolaan dana dari Pengurus Besar (PB) PON terhadap sub penyelenggara PON dalam rapat pembahasan dan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berlangsung selama 4 hari di kota Jayapura.

"Dalam empat hari saya bertemu dengan PB PON untuk rapat menyusun RKA. Karena kita sebagai penyelenggara, maka PB PON harus serahkan penuh bagian Akomodasi, transportasi, dan konsumsi kepada Pemerintah Kota Jayapura. Jangan mereka tahan-tahan, karena kita yang selenggarakan kegiatan besar ini (PON XX). Tapi sayangnya tidak ada sama sekali keterbukaan soal DPA dari bidang I sampai dengan bidang IV," ungkap Wali Kota dengan tegas di Jayapura.

Kemenpora dan KONI coba memberikan komentar soal rencana penolakan jadi tuan rumah PON XX Papua 2021 yang diutarakan oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tommy Mano. Baik Menpora dan KONI menyepakati bahwa mereka bakal segera menyelesaikan perkara ini secepat mungkin.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman bersama Menpora RI Zainudin Amali menilai ajang yang telah direncanakan sejak 2020 ini merupakan hasil persetujuan seluruh provinsi di Indonesia. PON merupakan ajang olahraga nasional yang tak bisa ditolak hanya dengan segelintir orang. PON XX Papua sendiri rencananya berlangsung sepanjang 2 – 15 Oktober 202 mendatang.

Terkait polemik yang ada, tak lepas dari masalah administrasi yang diakui belum selesai. Pihak KONI Pusat pun akan meminta PB PON menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat dan secepatnya menyelesaikan kisruh ini.

“Bicara PON adalah event nasional. Kalau 34 provinsi saja datang ke Papua, saya rasa masa yang di Papua menolak salah satu, kan gak mungkin. Tapi pada saat berkunjung saya sudah berbicara dengan wali kota pada saat itu, ada masalah-masalah administrasi yang harus segera diselesaikan,” ujar Marciano Norman, Selasa (25/5).

“Saya sudah minta ketua PB PON dan ketua Harian PB PON untuk segera berkomunikasi dan saya yakin dalam waktu dekat itu semua bisa diselesaikan,” tandasnya.

Pernyataan ini pun diamini oleh Zainudin Amali yang turut hadir di momen tersebut. Meski tak memberikan tanggapannya secara langsung, Amali berpendapat sama dengan Marciano.

Editor: Rosikhan

Terkini

Squash Semarang Butuh Venue Terstandar untuk Berlatih

Jumat, 25 November 2022 | 05:40 WIB

Catur Jateng Optimistis Bersaing Porwanas 2022

Sabtu, 19 November 2022 | 20:14 WIB

Wartawan Berperan Pada Pembangunan Olahraga

Minggu, 13 November 2022 | 21:47 WIB

Kota Semarang Bersiap Menghadapi Pornas Korpri

Jumat, 11 November 2022 | 20:31 WIB
X