Isu KKB Marak, PON Papua Dijamin Aman

- Jumat, 30 April 2021 | 05:09 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Isu keamanan menjadi salah satu yang disorot pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, 2-13 Oktober 2021. Sebab, di sejumlah lokasi di Papua, akhir-akhir ini terjadi kerusuhan akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB). Bahkan, kerusuhan sampai memakan korban.

Menanggapi isu tersebut, Panitia Besar PON menjamin event empat tahunan nanti bakal berjalan aman. Bahkan, jaminan itu sudah disampaikan TNI-Polri dari Kodam Cendrawasih dan Polda Papua.

“Untuk keamanan, kami percaya TNI dan Polri. Pangdam dan Kapolda sudah memberi jaminan bahwa PON akan aman. Ini menjadi pertaruhan jabatan, jadi kalau dua bintang (Kapolda dan Pangdam) sudah bilang jadi taruhan, siapa yang akan ragu?. Gubernur pun juga memberi jaminan aman,” ujar Sekretaris Umum PB PON Elia Loupatty di Jakarta, Kamis (29/4).

Karena itu, pihaknya meminta semua peserta dari luar Papua agar tidak ragu untuk menyukseskan PON Papua pada Oktober mendatang. Apalagi, event ini menjadi pertaruhan negara supaya bisa digelar setelah ditunda setahun akibat pandemi Covid-19. Ketua II PB PON Roy Letlora menambahkan, untuk mengamankan gelaran PON, pihaknya menggandeng pemuda lokal. Kali ini, yang diajak kerja sama adalah KNPI.

Menurut Roy, para pemuda tersebut dijadikan volunteer untuk membantu pengamanan dan kegiatan yang berhubungan dengan PON di empat klaster, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke. “Jumlahnya 20 ribu anak pemuda yang melibatkan KNPI. Mereka akan membantu keamanan,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap kepada pemerintah pusat untuk segera mencairkan pendanaan PON. Roy menjelaskan, proposal sudah diajukan semenjak Rapat Terbatas mengenai PON Papua dengan Presiden Joko Widodo tahun lalu.  Dana yang diajukan lewat proposal itu, lanjut dia, sebesar Rp 1,6 triliun. “Tapi belum cair sampai sekarang, padahal dana dari APBN itu sangat kami nantikan,” ujarnya.

Adapun dana APBD yang sudah terpakai untuk persiapan PON, jumlahnya sebesar RP 2 triliun. Dalam waktu dekat Pemprov Papua juga bakal menambah kucuran dana senilai Rp 600 miliar yang dimanfaatkan untuk persiapan, beli peralatan, perlengkapan hingga promosi sampai bergulirnya kegiatan pada Oktober mendatang.

Sementara itu, venue yang dipakai untuk perhelatan PON sudah siap 100 persen. Fisik bangunan, kata Roy, tidak ada masalah dan siap dipakai bertanding. “Mungkin yang belum seperti gantole karena yang dibuat kan bukan bangunan fisik, tapi tenda-tenda dan segala macam. Itu bisa dikerjakan menjelang pelaksanaan,” jelasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Squash Semarang Butuh Venue Terstandar untuk Berlatih

Jumat, 25 November 2022 | 05:40 WIB

Catur Jateng Optimistis Bersaing Porwanas 2022

Sabtu, 19 November 2022 | 20:14 WIB

Wartawan Berperan Pada Pembangunan Olahraga

Minggu, 13 November 2022 | 21:47 WIB
X