Pesilat Jateng Jalani Pelatda, Digembleng Teknik dan Strategi Duel

- Kamis, 29 April 2021 | 10:30 WIB
LATIHAN TEKNIK: Pesilat saat pembenahan teknik bertanding pada sesi latihan malam dalam TC pencak silat Jateng di GOR sepak takraw Salatiga. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
LATIHAN TEKNIK: Pesilat saat pembenahan teknik bertanding pada sesi latihan malam dalam TC pencak silat Jateng di GOR sepak takraw Salatiga. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Delapan pesilat Jateng yang menjalani pelatda untuk menghadapi PON XX/2021 di Papua, kini digembleng dengan pematangan materi teknik dan strategi duel. Kendati menjalankan puasa Ramadan, mereka yang menghuni training camp (TC) di GOR sepak takraw Salatiga itu tetap berlatih dua kali sehari, pagi dan sore.

‘’Bahkan usai sholat tarawih, para pesilat menambah latihan sendiri. Biasanya malam hari sebagai sesi untuk mengevaluasi materi teknik secara individual, yang telah dilatihkan pada pagi hari,’’ kata salah seorang pelatih pelatda pencak silat Jateng, Dian Kristianto, Kamis (29/4).

Para atlet itu menjalani pelatda dengan protokol ketat kesehatan, demi mengantisipasi penularan Covid-19. Selain selalu menjaga kebersihan, ada semacam karantina yang diterapkan trio pelatih Dian, Slamet Haryo dan Lutfan Budi Santoso. Yaitu awak pelatda tak bisa leluasa keluar-masuk kompleks GOR yang sekaligus dilengkapi fasilitas peningapan tersebut.

Kedelapan atlet itu disiapkan untuk bersaing pada nomor-nomor tanding. Mereka adalah Khoirudin Mustaqim dari Klaten yang akan bertarung di kelas B, Brata Yuda (Wonosobo/C), Sapto Purnomo (Solo/D) dan Annas Raihan Arni (Kudus/G).

Di kelompok putri terdapat Nadia Haq Umami Nur Cahyani (Solo/B),Dela Kusumawati (Tegal/C), Triana Ragil Rahmayanti (Banjarnegara/D), serta Faradlillah Ajeng Wijaya (Banyumas/F). Satu-satunya pesilat yang lolos di nomor seni pada PON mendatang adalah Zidni Rahma Amali. Tetapi atlet dari Solo itu, kini tengah menghuni TC pelatnas di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta untuk SEA Games Vietnam 2021.

‘’Fisik para atlet sebenarnya cukup mumpuni. Cuma jam terbang mereka sangat kurang, sehingga berpengaruh terhadap penerapan strategi bertarung dan mental bertanding,’’ tutur Dian.

Pelatih kepala pelatda pencak silat, Indro Catur Haryono selalu memantau program-program latihan tersebut. Menurut lelaki asal Solo itu, semangat berlatih Sapto Purnomo dkk tetap terjaga selama Ramadan. Mereka juga kian fokus mendalami materi sebagai bekal bertarung ke Papua, 2-15 Oktober mendatang.

Editor: Andika

Tags

Terkini

ABTI Jateng Diminta Jaga Tradisi Cetak Pemain Nasional

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:45 WIB

Andy Susanto Ketua KBI Salatiga Masa Bakti 2021-2025

Senin, 24 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terpilih Aklamasi, Suyantoro Pimpin Inkado Jateng

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

KONI Jateng Ingin PON Aceh-Sumut Tetap 2024

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:08 WIB

Manfaat Olahraga Skipping, Ampuh Menaikkan Tinggi Badan?

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:24 WIB

One Pride MMA: Abror Dapat Dukungan dari BPR Arto Moro

Sabtu, 25 Desember 2021 | 09:10 WIB
X