Paralayang Jateng Gelar Tes Fisik, Persiapan PON XX Papua 2021

Red
- Sabtu, 20 Maret 2021 | 15:34 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Cabor paralayang telah melaksanakan tes fisik pada 10 Maret lalu, di Kemuning, Karanganya. Tes ini merupakan program dari KONI Jateng, untuk melihat kondisi para atlet yang akan berjuang membela Jateng pada PON XX di Papua. Hasil tes ini akan menjadi acuan kesiapan atlet untuk bertanding pada oktober mendatang. Setiap tiga bulan akan diadakan tes pengukuran fisik kembali, di mana hasilnya akan dievaluasi mengenai peningkatan kondisi fisik atlet.

PONn tinggal beberapa bulan lagi, dan KONI Jateng sudah menetapkan bahwa mulai April hingga September cabor paralayang akan melaksanakan pemusatan latihan. Program latihan sudah disusun tim pelatih yang dikepalai Lilik Darmono dan asisten pelatih Nanang Indardi dan Effendi Noor Ikhsan. Penekanannya sudah mulai pada tahapan pengaturan strategi, mental, dan tentunya fisik.

Jelang kegiatan pemusatan latihan, KONI selalu berkoordinasi dengan manager tim dan para pelatih, kegiatan sentralisasi dalam masa pandemik menjadi perhatian khusus. rapat daring maupun tatap muka menjadi penting untuk saling mengetahui kondisi dan kebutuhan tim.

Manager tim paralayang Jateng, Wishnu Pratomo, dalam beberapa rapat dengan koni mencoba memastikan kebutuhan apa saja yang menjadi sarat sentralisasi maupun masuk provinsi Papua, seperti tes swab dan vaksin untuk atlet, pelatih, maupun official tim.

Mulai 1 april hingga september tim paralayang jateng memusatkan latihan di Kemuning, Karanganyar sebagai homebasenya, dan tim sudah menyewa mess untuk atlet supaya dapat dilakukan karantina menjelang pertandingan. Venue latihan ditetapkan di tiga tempat yaitu, Kemuning, Bukit Joglo Wonogiri, dan Gunung Gajah Kabupaten Semarang. Tempat lain juga akan dipakai untuk latihan jika cuaca mendukung.

Menjelang PON, manajemen tim mengupayakan tim bisa melakukan try out maupun try in sebagai bentuk uji tanding dalam hal mental. Hal ini terkait dengan vakumnya pertandingan di tahun 2020 karena pandemik, sehingga uji tanding ini manjadi fokus utama selain meningkatkan kemampuan teknisnya.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Squash Semarang Butuh Venue Terstandar untuk Berlatih

Jumat, 25 November 2022 | 05:40 WIB

Catur Jateng Optimistis Bersaing Porwanas 2022

Sabtu, 19 November 2022 | 20:14 WIB

Wartawan Berperan Pada Pembangunan Olahraga

Minggu, 13 November 2022 | 21:47 WIB
X