Tim Gantole Jateng Kembali Asah Terbang Taktis di Parangtritis

- Rabu, 17 Maret 2021 | 10:30 WIB
BERKUMPUL: Sejumlah atlet gantolle Jateng berkumpul sebelum menjalani latihan bersama di perbukitan kawasan pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BERKUMPUL: Sejumlah atlet gantolle Jateng berkumpul sebelum menjalani latihan bersama di perbukitan kawasan pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tim gantole Jateng yang diproyeksikan untuk menghadapi PON XX/2021 di Papua, kembali mengasah kemampuan terbang secara taktis di kawasan pantai Parangtritis, Bantul. Para atlet Jateng itu memantapkan latihan terutama untuk nomor spot landing atau ketepatan mendarat.

‘’Sejak memasuki Maret, latihan bersama digeser ke Parangtritis yang situasi cuaca dan venue-nya lebih bersahabat. Kami fokus untuk latihan spot landing,’’ kata Ketua Pengprov Gantole Jateng, Susetiyoko ‘’Stik’’, Rabu (17/3).

Atlet-atlet senior yang masuk dalam kerangka tim PON, mengasah kemampuan bersama para atlet muda Jateng. Mereka di antaranya penerbang Solo Sulis Widodo, Supardi, Joey Anung AW (Karanganyar), Isah Iriawan, M Dimas Setiawan, M Fajar Hidayah (Klaten), Supriyanto. Selain itu, Kharisma Febry (Banyumas), Rochman Setiawan (Salatiga) dan Ayas Yahya (Grobogan). Program latihan senantiasa dicermati duet pelatih, Oke Andrianto dan Suharto.

Sebelumnya, selama Januari-Februari, mereka menempa kemampuan terbang dan meningkatkan penguasaan pendaratan di Gunung Gajah, kawasan Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang. Namun pada akhir bulan lalu, kawasan landing yang berada di pinggir Rawa Pening, mulai dirambah air. ‘’Karena sebagian besar landing area basah, maka cukup sulit untuk melakukan pendaratan secara tepat,’’ jelas Stik yang juga atlet asal Karanganyar itu.

Saat latihan terbang dari Gunung Gajah, para atlet bisa menempa diri untuk nomor spot landing dan lintas alam (cross country atau XC). Namun terbang XC hanya bisa dilakukan saat cuaca benar-benar bersahabat, karena butuh ketinggian dan durasi yang cukup lama. Jika awan hitam menggantung di angkasa, atau kecepatan dan arah angin cukup kencang dan berubah-ubah, maka tidak mungkin melakukan terbang dalam durasi cukup lama.

‘’Latihan bersama ini, sekaligus sebagai rangkaian pematangan persiapan tim Jateng yang akan berkompetisi dan memburu medali pada PON di Papua mendatang,’’ tambah Stik.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Ini Dia Deretan Atlet Cantik di Olimpiade Tokyo

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:00 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB

Persiapan PON Papua, Tim Anggar TC di Salatiga

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:10 WIB

Wushu Maksimalkan Latihan Internal Jelang PON

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:21 WIB

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
X