Slovenia, Ajang Terakhir Kualifikasi Tenis Meja Paralympic Tokyo 2021

- Kamis, 4 Maret 2021 | 11:06 WIB
BACKHAND: Petenis meja pelatnas NPCI asal Solo, Ana Widyasari melepas backhand smash pada latihan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BACKHAND: Petenis meja pelatnas NPCI asal Solo, Ana Widyasari melepas backhand smash pada latihan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Enam atlet pelatnas tenis meja National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) kini tengah bersiap diri menghadapi kejuaraan internasional di Slovenia, Mei-Juni mendatang. Event tersebut akan menjadi ajang uji coba, sekaligus perburuan tiket Paralympic Games 2021.

Salah seorang pelatih tenis meja pelatnas NPCI, Bayu Widi Hapsara Purba mengungkapkan, ada dua kejuaraan yang berimpitan waktunya di negara itu. Yakni ITTF Fa40 Slovinia Para Open pada 29 Mei – 1 Juni akan diikuti seluruh atlet pelatnas sebagai try out. ‘’Sementara event Paralympic World QualificationTournament yang juga digelar di Lasko, Slovenia pada 3-5 Juni, menjadi arena para atlet untuk memburu tiket menuju Paralympic 2021,’’ kata Bayu, Kamis (4/3).

Dia dan personel pendukung pelatnas Tri Bhaskara Aji menjelaskan, petenis meja klasifikasi TT10, David Jacobs dan Komet Akbar hanya turun pada Slovania Para Open. Sebab, keduanya telah meraih tiket untuk bertarung Paralympic Tokyo yang dijadwalkan 25 Agustus-3 September 2021.

Sementara empat atlet lainnya akan turun pada dua kejuaraan itu. Mereka adalah Ana Widyasari yang tercatat menempati peringkat tujuh dunia kelas TT11, Suwarti peringkat 12 kelas TT8, Adyos Astan peringkat 16 kelas TT4, serta Kusnanto peringkat 36 kelas TT9. ‘’Agar aman mendapat tiket lolos ke Tokyo, idealnya mereka bisa merebut gelar juara tunggal di masing-masing kelasnya,’’ tandas pelatih kepala pelatnas tenis meja, Rima Ferdianto.

Tapi memenangi duel tentu tak mudah. Lebih-lebih Paralympic World Qualification Tournament di Slovenia itu menjadi satu-satunya event kualifikasi yang tersisa, sebelum pelaksanaan Paralympic Tokyo 2021.

Terpisah, David Jacobs menyatakan bakal memanfaatkan ajang Slovenia Open sebagai arena menguji kemampuan diri, sekaligus mencermati perkembangan performa rival-rivalnya. Peraih medali perunggu Paralympic London 2014 tersebut, try out dibutuhkan mengingat dirinya dan para atlet lain cukup lama tidak menghadapi pertandingan, selama masa pandemi Covid-19. ‘’Bertanding di ajang resmi, tentu beda dengan latih tanding sesama teman atlet dan pelatih di pelatnas. Maka try out itu sangat penting,’’ ujarnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

PON XX Papua: Atlet Wushu Jateng Digelontor Bonus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:47 WIB

Pengurus Cabor dan KONI Berharap Porprov Digelar 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:42 WIB

Peparnas XVI Papua: Ini Arti Logo dan Maskotnya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:29 WIB

Pemkot Pekalongan dan KONI Apresiasi Atlet PON

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:18 WIB
X