Terganggu Cuaca Ekstrem, Gantole Jateng Rehat Sejenak

- Minggu, 31 Januari 2021 | 19:19 WIB
LEPAS LANDAS: Seorang atlet gantolle lepas landas dari launching ramp di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
LEPAS LANDAS: Seorang atlet gantolle lepas landas dari launching ramp di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Gantole Jateng rehat sejenak. Keputusan melipat layangan sementara tersebut diambil setelah para atlet mencuri-curi kesempatan untuk terbang dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, pada beberapa pekan terakhir. ‘’Saat ini cuaca lebih ekstrem. Jadi kami putuskan untuk istirahat latihan. Kami tetap prioritaskan keselamatan. Sebab situasi alam terlalu berisiko jika tetap berlatih,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Minggu (31/1).

Lelaki yang juga atlet Karanganyar itu mengungkapkan, beberapa pekan sebelumnya, dia bersama sejumlah atlet lain mengasah kemampuan terbang dari perbukitan kawasan pantai Parangtritis, Bantul. Namun pada beberapa jadwal latihan bersama atlet-atlet Jateng tersebut, tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Sebab, kadang-kadang terjadi perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba. Hal tersebut diiringi dengan datangnya awan hitam pekat yang sangat berbahaya bagi pelaku olahraga dirgantara. Hujan pun tak jarang turun dengan durasi cukup lama. ‘’Pada dua pekan terakhir, latihan tidak bisa lagi dilakukan secara maksimal. Padahal seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Desember hingga Februari, lokasi yang paling memungkinkan untuk latihan, ya Parangtritis,’’ tuturnya.

Stik mengungkapkan, kawasan Parangtritis memiliki perbukitan yang langsung menghadap ke arah pantai. Angin yang bertiup juga cenderung dari laut menuju ke darat. Tiupan angin dari depan atau headwin itu dipersyaratkan untuk melakukan start terbang gantole. ‘’Karena cuaca tidak bersahabat, pada beberapa kali latihan terakhir teman-teman atlet hanya berlatih khusus nomor spot landing atau ketepatan mendarat,’’ jelas dia.

Selain dirinya, atlet yang biasa latihan bersama di antaranya Sulis Widodo (Solo), Isah Iriawan (Klaten), Supardi (Karanganyar), Kharisma Febri (Banyumas), serta sejumlah atlet dari beberapa daerah lain. Latihan itu sekaligus sebagai persiapan menghadapi PON Papua 2021.

Lalu, kapan para atlet tersebut kembali berlatih? Stik menyebut kemungkinan, bakal menjadwalkan terbang lagi pada pertengahan Februari. ‘’Tetapi kami akan cermati kecenderungan prakiraan cuaca. Intinya, kalau situasi memungkinkan, kami segera kembali berlatih,’’ ujar Stik.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Ini Dia Deretan Atlet Cantik di Olimpiade Tokyo

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:00 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB

Persiapan PON Papua, Tim Anggar TC di Salatiga

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:10 WIB

Wushu Maksimalkan Latihan Internal Jelang PON

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:21 WIB

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
X