Gantolle Jateng Rambah Parangtritis, Diadang Problem Cuaca

- Senin, 11 Januari 2021 | 11:13 WIB
LATIHAN: Seorang atlet gantolle Jateng terbang dalam latihan di kawasan udara Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang, belum lama ini. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
LATIHAN: Seorang atlet gantolle Jateng terbang dalam latihan di kawasan udara Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang, belum lama ini. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Gantolle Jateng membuka aktivitas pada tahun 2021 dengan merambah kembali kawasan perbukitan pantai Parangtritis, Bantul, Sabtu-Minggu (9-10/1). Namun para atlet dari berbagai daerah di Jateng yang berlatih bersama atlet-atlet DI Yogyakarta itu, tidak bisa mengasah diri secara maksimal karena diadang problem cuaca.

‘’Pada hari Sabtu, cuaca masih lumayan. Seorang atlet bisa terbang tiga-empat sortie. Namun situasi cuaca berubah, cenderung crosswind (angin bertiup dari samping-red), Minggu. Sehingga tak semua atlet bisa lepas landas dari perbukitan Parangtritis,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (11/1).

Lelaki yang juga atlet asal Karanganyar itu mengungkapkan, sejumlah atlet baru turut bergabung dengan seniornya turut menambah jam terbang dalam latihan tersebut. Mereka yang mengasah diri antara lain Supardi, Joey AW (Karanganyar), Isah Iriawan, Awan, Fajar (Klaten), Rochman Setiyawan (Salatiga), Kharisma Febri (Banyumas), serta Ayas Yahya (Grobogan). Awak tim gantolle DI Yogyakarta juga turut berlatih bersama, seperti M Rosyid Ridho dan Rusdiyanto.

Salah satu olahraga dirgantara tersebut memang sangat bergantung pada faktor cuaca. Keselamatan atlet merupakan faktor utama. Maka ketika kondisi cuaca tidak mendukung, arah dan kecepatan angin tidak sesuai ketentuan, terdapat mendung pekat di angkasa, apalagi mulai turun hujan, atlet tidak diperkenankan untuk terbang.

Stik mengungkapkan, latihan direncanakan terus dilakukan. Kendati demikian, pihaknya bakal selalu mencermati kecenderungan cuaca. Lokasi latihan pun tidak hanya terpatok di kawasan Parangtritis, namun ada alternatif lain. ‘’Kalau tidak di Parangtritis, alternatifnya di bukit Tancep daerah Cawas, Klaten, atau di Bukit Gajah kawasan Gunung Telomoyo Kabupaten Semarang. Kami akan cermati kecenderungan cuacanya,’’ ujar dia.

Selain itu, pihaknya akan melihat perkembangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan ke depan yang ditetapkan Pemerintah guna menekan pandemi Covid-19. ‘’Mudah-mudahan masih memungkinkan untuk terbang. Sebab, kami harus banyak berlatih untuk persiapan PON di Papua mendatang,’’ tutur Stik.

 

Editor: Andika

Tags

Terkini

ABTI Jateng Diminta Jaga Tradisi Cetak Pemain Nasional

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:45 WIB

Andy Susanto Ketua KBI Salatiga Masa Bakti 2021-2025

Senin, 24 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terpilih Aklamasi, Suyantoro Pimpin Inkado Jateng

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

KONI Jateng Ingin PON Aceh-Sumut Tetap 2024

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:08 WIB

Manfaat Olahraga Skipping, Ampuh Menaikkan Tinggi Badan?

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:24 WIB
X