Yoyok Sukawi Ingin Cabor Diberi Hak Mengelola Aset Olahraga

- Jumat, 27 November 2020 | 09:30 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya mengatakan komisinya menerima banyak keluhan terkait penggunaan infrastruktur dari beberapa pengurus cabang olahraga pada saat rapat dengar pendapat (RDP) secara langsung di Gedung Nusantara dan virtual pada Kamis (26/11) siang.

Beberapa cabang seperti PODSI, PSSI, PASI, dan PBSI mengeluhkan mahalnya biaya sewa penggunaan aset infrastruktur milik pemerintah seperti komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hal ini cukup ironis mengingat organisasi tersebut membawahi beberapa atlet yang kerap mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.

"Komisi X menggelar RDP dengan beberapa cabor. Mereka mengeluh terkait mahalnya biaya sewa infrastruktur olahraga seperti stadion atau infrastruktur lainnya yang dimiliki pemerintah atau BUMN. Hal ini kan sangat menghambat mereka melaksanakan kegiatan. Kadang aset-aset tersebut juga banyak yang rusak. Ini terjadi di Jakarta dan daerah," kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu, Jumat (27/11).

Dari kondisi tersebut, Yoyok ingin kedepannya pengelolaan aset bisa diserahkan ke cabang olahraga itu sendiri atau pun pihak pengelola lainnya supaya biaya sewa menjadi tidak mahal. Pasalnya selama ini pemerintah kerap beralasan bahwa mahalnya biaya sewa infrastruktur akibat perawatan yang dianggap cukup mahal.

"Situasi seperti ini sudah seharusnya tidak ada lagi. Maka dari itu, saya pernah menyampaikan bahwa di dalam RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang baru harus ada aturan terkait pengelolaan aset olahraga ke cabang olahraga supaya memudahkan mereka," imbuh Legislator asal Partai Demokrat tersebut.

Jika dilaksanakan, Yoyok optimis prestasi dari cabang olahraga akan meningkat. Mengingat organisasi cabang olahraga lebih mudah dan leluasa melaksanakan kegiatan seperti latihan atau menggelar kompetisi.

"Kalau pengelolaan sudah diserahkan ke cabor, kami makin optimis prestasi akan menginguti karena cabor-cabor tersebut akan mudah melaksanakan kegiatan seperti latihan rutin atau menggelar kompetisi tanpa bayang-bayang mahalnya biaya sewa," terangnya.

"Selain itu cabor juga lebih tahu cara merawat infrastrukturnya sesuai standar yang ada dan akan membebaskan Pemerintah dari beban perawatan yang tinggi bahkan pemerintah akan mendapatkan pendapatan lebih stabil," pungkas anggota DPR RI asal Dapil I Jawa Tengah tersebut.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Squash Semarang Butuh Venue Terstandar untuk Berlatih

Jumat, 25 November 2022 | 05:40 WIB

Catur Jateng Optimistis Bersaing Porwanas 2022

Sabtu, 19 November 2022 | 20:14 WIB

Wartawan Berperan Pada Pembangunan Olahraga

Minggu, 13 November 2022 | 21:47 WIB

Kota Semarang Bersiap Menghadapi Pornas Korpri

Jumat, 11 November 2022 | 20:31 WIB

Atlet Panjat Tebing Semarang Diminta Konsisten

Jumat, 11 November 2022 | 18:34 WIB

Pelari Borobudur Marathon 2022 Mulai Berdatangan

Kamis, 10 November 2022 | 20:49 WIB
X