Gantolle Jateng Asah Ketepatan Mendarat di Waduk Gajahmungkur

- Senin, 26 Oktober 2020 | 05:49 WIB
SM/Setyo Wiyono TERBANG: Dua atlet gantolle Jateng terbang di atas perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
SM/Setyo Wiyono TERBANG: Dua atlet gantolle Jateng terbang di atas perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Jalur terbang pendek menjadi pilihan para atlet gantolle Jateng, akhir-akhir ini. Ketika cuaca bersahabat di sela-sela hujan yang kadangkala mulai mengguyur, sejumlah atlet dari berbagai daerah itu berlatih bersama untuk mengasah kemampuan ketepatan mendarat di kawasan udara Waduk Gajahmungkur, Wonogiri.

"Kami manfaatkan lokasi di Watu Lumbung sebagai tempat take off, lalu mendarat di kawasan objek wisata Waduk Gajahmungkur. Jaraknya relatif pendek, cocok untuk latihan spot landing (ketepatan mendarat-red)," kata salah seorang atlet gantolle Klaten, Isah Iriawan, Minggu (25/10).

Latihan di venue tersebut lebih diintensifkan, mengingat situasi cuaca dan kondisi di kawasan Gajahmungkur kini relatif bagus. Arah dan kecepatan angin cenderung headwind, sementara permukaan air waduk yang berdekatan dengan landing area juga menyusut. Dengan demikian, jadwal latihan di Gunung Telomoyo dengan launching ramp yang berketinggian 1.894 meter di atas permukaan laut (mdpl), digeser ke Wonogiri.

Isah tidak sendirian. Atlet-atlet salah satu cabang olahraga dirgantara tersebut, biasanya berlatih secara bersama-sama. Menurut Ketua Pengprov Gantolle Jateng Susetyoko ‘’Stik’’, selain dirinya yang berasal dari Karanganyar dan Isah, biasanya ada sejumlah atlet lain yang bergabung latihan. Beberapa di antaranya yakni atlet Solo Sulis Widodo, Supardi (Karanganyar), Ayyas Yahya, serta Supriyanto dan Kharisma (Banyumas).

"Sama-sama di kawasan Gajahmungkur, ketinggian lokasi take off Watu Lumbung hanya sekitar 250 mdpl, jadi relatif rendah dibandingkan take off utama di Bukit Joglo yang ketinggiannya sekitar 660 mdpl," jelas Stik.

Karena itu, Watu Lumbung lebih efektif untuk latihan spot landing. Sebab jika cuaca benar-benar bagus, seorang atlet bisa terbang hingga lima-tujuh sortie per hari. Sementara jika take off di Bukit Joglo, seorang atlet dapat terbang dua-tiga kali saat cuaca bagus. "Karena akhir-akhir ini arah dan kecepatan angin cukup bagus, jika tidak hujan, maka kami manfaatkan untuk meningkatkan performa untuk nomor spot landing," ujar Stik

Editor: Andika

Tags

Terkini

Ini Dia Deretan Atlet Cantik di Olimpiade Tokyo

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:00 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB

Persiapan PON Papua, Tim Anggar TC di Salatiga

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:10 WIB

Wushu Maksimalkan Latihan Internal Jelang PON

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:21 WIB

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
X