Magnet Baru Pegiat Olahraga Dirgantara

- Selasa, 8 September 2020 | 00:01 WIB
ATLET PARALAYANG : Atlet paralayang saat terbang dari Bukit Watu Kumpul di Desa Petahunan dan bersiap mendarat di Lapangan Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, pertengahan Agustus lalu. (suaramerdeka.com/SM/Susanto)
ATLET PARALAYANG : Atlet paralayang saat terbang dari Bukit Watu Kumpul di Desa Petahunan dan bersiap mendarat di Lapangan Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, pertengahan Agustus lalu. (suaramerdeka.com/SM/Susanto)

Selain dikenal sebagai kabupaten dengan seribu curug (air terjun), Banyumas kini juga semakin dikenal berkat keberadaan spot wisata dan olahraga dirgantara baru. Di Desa Petahunan dan Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, kini sedang booming dan menjadi jujukan pegiat paralayang, gantole hingga aeromodeling.

DESA yang berjarak 40 kilometer arah barat kota Purwokerto ini kini banyak didatangi oleh wisatawan lokal dan luar daerah yang ingin memacu adrenalin saat terbang menggunakan paralayang.

Dengan membonceng atlet paralayang, pengunjung bisa menikmati terbang di ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dari wisata Bukit Watu Kumpul Desa Petahunan dan mendarat di lapangan Desa Cibangkong, yang berada di bawahnya.

”Saya ikut terbang di atas ini selama sekitar 7 menit. Sambil deg-degan saya menikmati keindahan pemandangan mulai dari lembah, ngarai, awan-awan yang mengelilingi hijau bukit hutan pinus milik Perhutani Banyumas Barat, pedesaan serta tampak pemandangan Gunung Slamet di timur laut dan Gunung Sindoro Sumbing,” jelas Suharno (45) warga Ajibarang Wetan yang ikut terbang menggunakan paralayang itu.

Selain paralayang, beberapa waktu lalu juga telah diujicoba terbang gantole oleh para atlet gantole. Untuk tempat landas terbang inipun dilaksanakan di Bukit Watu Kumpul.

Para atlet ini berhasil mengendalikan angin untuk bisa mendarat di Lapangan Desa Cibangkong yang berjarak dua kilometer menurun dari bukit Watu Kumpul.

Untuk bisa ikut terbang menggunakan paralayang ini warga membayar mulai dari sekitar Rp 400 ribu. Dengan tarif tersebut para peserta mendapatkan jaminan keselamatan, keamanan hingga bisa berswafoto saat terbang.

Meski demikian, karena belum dibuka secara umum, wisata paralayang ini tetap diberlakukan ketentuan yang ketat bagi peminatnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta isteri Ernah Husein juga telah beberapa kali ikut terbang menggunakan paralayang ini.

Halaman:

Editor: Andy Kristiyan

Tags

Terkini

Ini Dia Deretan Atlet Cantik di Olimpiade Tokyo

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:00 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB

Persiapan PON Papua, Tim Anggar TC di Salatiga

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:10 WIB

Wushu Maksimalkan Latihan Internal Jelang PON

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:21 WIB

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
X