Johann Zarco Dikritik, Pebalap MotoGP Diminta Lebih Respek pada Lawan

- Rabu, 19 Agustus 2020 | 15:58 WIB
Foto: Twitter
Foto: Twitter

SPIELBERG, suaramerdeka.com - Johann Zarco menjadi sorotan sekaligus kritikan menyusul insiden tabrakan mengerikan yang terjadi antara  dirinya dengan Franco Morbidelli di MotoGP Austria 2020 kemarin nyaris merenggut korban. 

Motor keduanya pun rusak karena terpelanting jauh, dan nyaris menghantam Valentino Rossi juga Maverick Vinales yang sedang melaju kencang. Meski terseret jauh, Zarco dan Morbidelli tak mengalami cedera serius, namun keduanya tak mampu melanjutkan balapan. Pebalap Aprilia, Aleix Espargaro mengkritik gaya pebalap asal Prancis itu.

"Posisi saya ada di belakang Valentino dan jika salah satu motor dari motor Morbidelli atau Zarco sampai menghantamnya, itu akan jadi hari terburuk dalam sejarah MotoGP," kata Aleix, dikutip dari GPOne.

Insiden ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Zarco, setelah di MotoGP Ceko pekan lalu ia bersenggolan dengan Pol Espargaro yang mengakibatkan pebalap KTM itu crash. "Kejadian seperti ini selalu melibatkan Zarco. Untungnya tak ada masalah serius yang terjadi." tambahnya.

Baca juga: Insiden Horor GP Austria, Ini Ungkapan Vinales

Espargaro pun mengingatkan bahwa di balapan, rider tak boleh hanya memikirkan diri sendiri, namun juga pebalap lainnya. "Beberapa pebalap kadang cuma berpikir soal dirinya saja, itu tak bagus karena sebagai pebalap kamu harus memikirkan 80 persen soal dirimu dan 20 persen lagi untuk pebalap lain," bebernya.

Kritikan juga disampaikan Valentino Rossi. Menurutnya, para pebalap saat ini perlu mengatur emosi dan ritme saat membalap, sehingga tidak membahayakan satu lama lain.  "Saya rasa ada beberapa tempat yang berbahaya di sirkuit Red Bull Ring, khususnya ketika Anda mengerem dari kecepatan 300 km/jam ke 50 km/jam, dan hairpin di kelokan tiga, Anda harus bergerak ke arah berlawanan. Ini potensi membahayakan," ujarnya seperti dikutip Crash.

Rossi menganggap para pebalap saat ini terlalu banyak yang berani mengambil risiko, dengan dalih memberikan hiburan. Hal itu justru dianggap lebih berbahaya ketimbang menaklukkan sirkuit Red Bull Ring yang punya kontur naik-turun."Tapi saya rasa ini lebih kepada rasa tidak saling menghormati antara pebalap. Menurut saya itu lebih berbahaya ketimbang trek," sambung pebalap Monster Yamaha itu.

Editor: Andika

Tags

Terkini

PON XX Papua: Atlet Wushu Jateng Digelontor Bonus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:47 WIB

Pengurus Cabor dan KONI Berharap Porprov Digelar 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:42 WIB

Peparnas XVI Papua: Ini Arti Logo dan Maskotnya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:29 WIB

Pemkot Pekalongan dan KONI Apresiasi Atlet PON

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:18 WIB
X