Papua Bidik Juara Umum Cabang Biliar

- Rabu, 27 November 2019 | 19:39 WIB
JUARA: Bupati Intan Jaya Papua Natulis Tabuni diapit juara dan runner-up turnamen biliard 10 Ball Open Intan Jaya Cartenz IV. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
JUARA: Bupati Intan Jaya Papua Natulis Tabuni diapit juara dan runner-up turnamen biliard 10 Ball Open Intan Jaya Cartenz IV. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Status sebagai tuan rumah akan dimanfaatkan betul oleh tim biliar Papua yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. Mereka bertekad menjadi juara umum di depan publik sendiri untuk cabang olahraga (cabor) biliar.

"Kalau melihat raihan di PON Jabar 2016 lalu dimana kami ada di tempat keempat, sepertinya realistis kalau kami membidik juara umum di PON Papua nanti. Paling tidak naik peringkat ke tiga, dua atau satu," papar Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliard Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Natulis Tabuni usai menutup turnamen biliard 10 Ball Open Intan Jaya Cartenz IV di Bliss Pool and Lounge Sleman, Selasa (26/11) malam.

Pria yang juga Bupati Intan Jaya, Papua itu mengaku rintisan ke arah perealisasian target juara umum masih dalam treknya. Sebab, skuad biliar PON Papua saat ini juga serius menempa diri dalam pemusatan latihan di Jogja sejak pertengahan 2019 ini. Termasuk mengikuti sejumlah turnamen salah satunya turnamen biliard 10 Ball Open Intan Jaya Cartenz IV serta agenda uji coba keluar negeri.

"Di turnamen ini memang belum maksimal prestasi para atlet Papua, namun kedepan harapannya performa mereka bisa semakin baik dan kami bisa menjadi juara di rumah sendiri pada PON 2020," papar dia. 

Natalis Tabuni mengungkap animo peserta dirasa sangat luar biasa di mana nama-nama besar turun. Menurut dia, hal tersebut menjadi indikasi positif perkembangan biliard Indonesia terutama menyambut PON Papua 2020. 

"Tujuannya sebagai ajang pemanasan sebelum nanti PON Papua 2020. Kami ingin olahraga biliard ini memiliki prestasi yang bagus, sehingga atlet-atlet kita dari berbagai daerah berkembang dan muaranya bisa membawa nama baik Indonesia di kancah dunia," ungkapnya pada wartawan usai partai final. 

Partai pamungkas turnamen biliard 10 Ball Open Intan Jaya Cartenz IV berlangsung seru. Tropi juara pun direbur pebiliard asal Kalimantan Selatan, Arun Sniper yany berhasil keluar sebagai juara kategori putra dan berhak atas hadiah uang tunai Rp 50 juta. 

Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni hadir secara langsung menyaksikan partai penentuan Selasa (26/11/2019) malam. Pertandingan sengit pun terjadi antara Arun Sniper dari Kalimantan Selatan dan Ryan Setiawan asal Jawa Barat yang akhirnya dimenangkan Arum dengan skor akhir 9-7. 

Kejuaraan Intan Jaya Cartenz IV sendiri mampu mendatangkan pebiliar dari berbagai daerah Indonesia. Total hadiah Rp 200 juta ternyata menarik minat para pebiliard untuk tampil dan memenangkan kejuaraan tersebut.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Squash Semarang Butuh Venue Terstandar untuk Berlatih

Jumat, 25 November 2022 | 05:40 WIB

Catur Jateng Optimistis Bersaing Porwanas 2022

Sabtu, 19 November 2022 | 20:14 WIB
X