Rute Terjauh Berhasil Dibuat

- Minggu, 22 September 2019 | 19:44 WIB
BANDA DESA:  Pilot atau atlet peserta Gantolle Telomoyo Cup V mendarat sempurna pada hari terakhir di area pendaratan yang dibuat khusus dengan memanfaatkan tanah banda Desa Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (22/9) siang. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)
BANDA DESA: Pilot atau atlet peserta Gantolle Telomoyo Cup V mendarat sempurna pada hari terakhir di area pendaratan yang dibuat khusus dengan memanfaatkan tanah banda Desa Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (22/9) siang. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)

TUNTANG, suaramerdeka.com - Penyelenggara Gantole Telomoyo Cup V berhasil membuat rute terjauh yakni lebih kurang 102 kilometer. Keberhasilan itu dibuktikan dengan tidak adanya kendala berarti yang dialami para pilot selama mengikuti kegiatan selama tujuh hari tersebut. “Walaupun tidak semua bisa menyelesaikan, tetapi ini menjadi rute terbang lintas alam terjauh dalam perlombaan di Indonesia,” kata Wakil Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Ersy N Firman, Minggu (22/9).

Dengan hadirnya pilot atau atlet yang tercatat sebagai juara 3 dunia gantolle asal Jerman, Primoz Gricar, pihaknya menilai itu sangat bermanfaat bagi atlet gantolle Indonesia terkait pengetahuan serta pengalaman tentang olahraga dirgantara. Sebagai rangkaian kegiatan, 19 September 2019 kemarin panitia juga menggelar seminar internasional yang membahas wisata olahraga dirgantara. Topik itu diangkat karena sekarang trennya olahraga tidak bisa dipisahkan dengan wisata.

Sejauh ini, Ersy mengakui masih ada kendala insfrastruktur namun ia tetap optimistis hal itu bisa diselesaikan bertahap. “Lokasi di Gunung Telomoyo ini sangat ideal sekali untuk dikembangkan sebagai tempat wisata olahraga dirgantara. Bukan hanya gantolle, tetapi juga olahraga yang lain. Seperti paralayang, paramotor, hingga aeromodelling,” jabarnya.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang hadir bersama beberapa pimpinan OPD untuk memantau kegiatan kemarin mengatakan, mewakili Pemkab Semarang ia mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi kinerja penyelenggara. Dengan adanya Gantolle Telomoyo Cup V, menurutnya, secara langsung berdampak positif bagi pariwisata, UMKM, dan tingkat hunian hotel serta rumah singgah yang ada di Bumi Serasi.

“Potensi yang ada hendak kami kaji dan kembangkan lagi, karena menurut penyelenggara di Jawa Tengah area pendaratan yang terbaik ada di Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang,” kata dia.

Menindaklanjuti paparan potensi yang disampaikan penyelenggara, Ngesti pun langsung berdiskusi dengan Kades Sraten, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Barenlitbangda. Apalagi area pendaratan di Sraten, Tuntang tercatat sebagai tanah banda desa seluas lebih kurang 10 hektare.

Dengan adanya rencana tadi, Ngesti yakin, secara bertahap area lepas landas di Gunung Telomoyo dan area pendaratan di Sraten, Kabupaten Semarang dapat digunakan untuk tujuh kegiatan olahraga dirgantara. Seperti, aeromodelling, gantolle, paralayang, paramotor, terjun payung, <I>microlight trike<P>, dan pesawat swayasa.

“Harapan saya tentu kedepan ada kerja sama yang baik agar area pendaratan bisa dipatenkan atau digunakan berkelanjutan, Pemkab Semarang hendak mengkaji itu,” tegasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Ini Dia Deretan Atlet Cantik di Olimpiade Tokyo

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:00 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB

Persiapan PON Papua, Tim Anggar TC di Salatiga

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:10 WIB

Wushu Maksimalkan Latihan Internal Jelang PON

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:21 WIB

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:00 WIB
X