Rencana Baru UEFA: Ajukan Salary Cap, Hapus Aturan FFP

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 13:05 WIB
Logo UEFA (UEFA.com)
Logo UEFA (UEFA.com)

NYON, suaramerdeka.com - UEFA berencana mengajukan aturan baru berupa pembatasan gaji (salary cap) serta menghapus aturan Financial Fair Play (FFP).

Kebijakan Salary Cap ini, seperti laporan harian The Times, bertujuan agar pengeluaran klub-klub Eropa untuk sektor gaji pemain lebih rendah dari pendapatan mereka sehingga keuangan klub lebih terjamin.

Dibandingkan FFP, aturan salary cap ini juga lebih cocok digunakan ketimbang FFP, yang sulit diterapkan UEFA saat pandemi seperti sekarang ini.

Aturan FFP saat ini tengah dilonggarkan dengan keerugian yang disebabkan pandemi saat ini dihilangkan dari kalkulasi.

Baca Juga: Red Notice Interpol, Polri: Negara Lain Bisa Langsung Tangkap Harun Masiku

Pelonggaran inilah yang membuat Paris Saint-Germain memberi gaji mahal kepada Lionel Messi, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, dan Gianluigi Donnarumma.

Manchester City juga masih berpotensi mengejar Harry Kane meski sudah membeli Jack Grealish seharga 100 juta poundsterling.

Nantinya dengan penerapan aturan salary cap ini diperkirakan hanya membolehkan 70 persen pendapatan tahunan klub untuk masuk dalam alokasi gaji.

Jika melebihi batas, para pelanggar harus siap dikenakan pajak barang mewah, atau akan ada denda untuk setiap pengeluaran gaji yang melebihi batas di satu musim.

Baca Juga: Pemprov Jateng Terima Bantuan Oksigen dan Pangan untuk Nakes dan Petugas Pemakaman

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X