European Super League: UEFA Kalah di Pengadilan dari Juventus, Real Madrid dan Barcelona

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 04:45 WIB
Logo UEFA (UEFA.com)
Logo UEFA (UEFA.com)

MADRID, suaramerdeka.comUEFA dipastikan harus menghentikan ancaman hukuman ke Real Madrid, Juventus dan Barcelona terkait European Super League.

Pasalnya, mereka kalah dari tiga tim tersebut di Pengadilan Uni-Eropa yang mana kasus tersebut disodorkan hakim Spanyol, Manuel Ruiz de Lara.

Kemenangan atas UEFA di pengadilan sudah diumumkan Juventus, Real Madrid dan Barcelona lewat situs resminya masing-masing dengan isi yang sama.

"FC Barcelona, Juventus, dan Real Madrid CF menyambut baik keputusan pengadilan hari ini yang menyatakan bahwa UEFA mempunyai kewajiban untuk melepaskan tindakan yang mengarah kepada semua klub pendiri Liga Super Eropa, termasuk menghentikan proses indisipliner terhadap tiga klub yang masih terlibat dan menghapus hukuman yang dikenakan pada sembilan klub pendiri agar mereka menghindari tindakan disiplin dari UEFA."

Baca Juga: Hendra/Ahsan Beberkan Kekalahan di Semifinal, Lawan Kami Sangat Kuat dan Berikan Banyak Tekanan

Sebelumnya, UEFA memang mengecam pendirian European Super League yang diprakarsai tiga klub tersebut.

Sebelumnya sembilan klub yakni Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, Liverpool, Manchester City, AC Milan, Inter Milan, dan Atletico Madrid memilih mundur dari ajang itu meski ikut mendeklarasikan pendiriannya.

Tak tinggal diam atas segala ancaman yang dilayangkan UEFA, ketiga klub tersebut kemudian membawa kasus ke pengadilan, dan memenanginya.

Baca Juga: Ganda Putri Wang Yi Lyu/Huang Dong Ling persembahkan Emas untuk China

"Pengadilan mendukung permintaan yang dibuat oleh promotor European Super League, menolak permohonan UEFA, dan menegaskan peringatan kepada UEFA bahwa kegagalan untuk mematuhi keputusan akan mengakibatkan denda dan potensi pertanggungjawaban pidana. Kasus ini akan dinilai oleh Pengadilan Eropa di Luksemburg, yang akan meninjau posisi monopoli UEFA atas sepakbola Eropa."

Putusan itu harus dipatuhi UEFA dan mereka bakal berbalik terkena hukuman jika melanggar. Bahkan, bakal ada peninjauan terkait monopoli sepak bola.

"Kami memiliki tugas untuk mengatasi masalah yang sangat serius yang dihadapi sepakbola: UEFA telah menempatkan diri mereka sebagai regulator tunggal, operator eksklusif, dan pemilik hak kompetisi sepakbola Eropa.”

“Posisi monopolistik ini merusak sepakbola dan daya persaingan pada kompetisi. Sudah dibuktikan bahwa bidang pengelola keuangan mereka tidak memadai dan telah ditegakkan dengan cara yang tidak teratur.”

“Klub yang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa memiliki hak untuk mengatur kompetisi mereka sendiri."

"Kami senang tidak akan lagi tunduk pada ancaman UEFA. Tujuan kami adalah untuk terus mengembangkan proyek Liga Super secara konstruktif dan kooperatif.”

“Kami akan selalu mengandalkan semua badan yang berkepentingan dengan permainan sepakbola: penggemar, pemain, pelatih, klub, liga, dan asosiasi nasional dan internasional.”

“Kami menyadari bahwa ada unsur-unsur proposal kami yang harus diubah dan, tentu saja, dapat ditingkatkan melalui dialog dan musyawarah. Kami tetap yakin terhadap keberhasilan proyek ini dan akan selalu mematuhi undang-undang Uni Eropa."

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X