Publik Sebut Ada Kejanggalan dalam Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Pintu Keluar Tertutup Usai Pertandingan?

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:10 WIB
Ilustrasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (Tangkap layar YouTube/RCBFK Channel)
Ilustrasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (Tangkap layar YouTube/RCBFK Channel)

MALANG, Suaramerdeka.com - Masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, tragedi kanjuruhan hingga kini terus menjadi sorotan.

Sebelumnya, kejadian bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Hingga kemudian banyaknya suporter yang menyerbu lapangan diresponi polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga tampak ditembakan ke arah tribun.

Baca Juga: Gembira Sekali 5 Zodiak Ini, Dikerumuni Keberuntungan, Termasuk Rizky dan Uang Bikin Saldo Menggelembung

Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Disebutkan bahwa petugas keamanan berusaha membubarkan kerumunan dengan memukul dan menendang pendukung.

Kabar awal, sebanyak 127 orang tewas menjadi korban saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Dilansir dari akun @ussfeeds korban jiwa hingga kini tercatat 182 orang.

Baca Juga: Bersyukurlah 6 Zodiak Ini, Dikunjungi Hoki Berupa Rizky dan Uang, Jangan Terlalu Boros, Coy

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X