Kisah Pilu, Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pintu 13 Stadion

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:47 WIB
Tangkapan layar suporter Arema masuk ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan Malang (Instagram @ngapakfotball)
Tangkapan layar suporter Arema masuk ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan Malang (Instagram @ngapakfotball)

SUARAMERDEKA.COM - Dunia sepak bola dan seluruh masyarakat Indonesia sedang berduka atas terjadinya kerusuhan.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang kini sedang menjadi sorotan dunia.

Pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan perolehan skor 2-3. Kemenangan dipegang oleh Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Sebelum Lesti Kejora Menikah, Irfan Hakim Akui Terima Banyak Info Rizky Billar Doyan Selingkuh

Kekalahan Arema FC inilah yang memulai kericuhan usai laga.

Kericuhan sendiri bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Hingga kemudian banyaknya suporter yang menyerbu lapangan diresponi polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Baru-baru ini terbongkar kisah pilu berdasarkan cerita dari Eko Prianto.

Baca Juga: Rizky Billar Banyak Utang, Cuma Benalu Bagi Lesti Kejora, Habib Jafar Singgung Boleh Cerai Jika...

Dilansir dari BBC, Eko Prianto, 39 tahun, warga Dau, Kabupaten Malang, menangis saat mulai menceritakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X