Tak Hanya Suporter Arema, Dua Polisi Juga Jadi Korban Saat Bertugas Amankan Pertandingan di Kanjuruhan Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:33 WIB
Korban polisi di stadion Kanjuruhan Malang (Twitter/@1trenggalek)
Korban polisi di stadion Kanjuruhan Malang (Twitter/@1trenggalek)

SUARAMERDEKA.COM - Pertandingan sepak bola antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 berakhir tragis.

Dari data terakhir, sejumlah 180 orang lebih dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Adapun kejadian bermula, ketika peluit panjang tanda selesainya pertandingan dibunyikan oleh wasit.

Suporter Arema yang diduga kecewa karena timnya dikalahkan tim tamu, akhirnya berhamburan masuk ke dalam lapangan.

Polisi yang bertugas mengendalikan kerumuman, akhirnya mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca Juga: Kerusuhan Maut Kanjuruhan, Pemkab Malang Pastikan Tanggung Biaya Rumah Sakit Korban

Namun ternyata, hal ini justru membuat ribuan suporter Arema dilanda kepanikan.

Mereka berduyun-duyun menuju ke titik pintu keluar, yang mengakibatkan penumpukan massa.

"Para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas," terang Mahfud MD dalam keterangan persnya.

Pemerintah berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dengan baik.

Halaman:

Editor: Wahyu Asyari Muntoha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X