Penggunaan Gas Air Mata Melanggar Pasal 19 dalam Regulasi FIFA, Ini Alasan Polisi Memakainya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:41 WIB
Ilustrasi; kerusuhan maut Kanjuruhan. (instagram/@ngehiburnetizen)
Ilustrasi; kerusuhan maut Kanjuruhan. (instagram/@ngehiburnetizen)

SUARAMERDEKA.COM - Pertandingan laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 telah menewaskan hampir 200 orang.

Berdasarkan pantauan tim suaramerdeka.com, update terakhir korban meninggal telah mencapai 182 orang dengan 18 orang belum dapat diidentifikasi.

Laporan terakhir mengenai jumlah korban yang telah meninggal ini didapat dari Nawak Relawan Peduli Malang.

Dari ratusan korban ini, tidak semuanya berasal dari pihak penonton, 2 di antaranya merupakan anggota Polri.

Baca Juga: Kerusuhan Maut Kanjuruhan, Sorotan Media Internasional hingga Jadi Tragedi Kemanusiaan Terbesar Dunia Sep

Pada awalnya, kericuhan diduga datang dari sesama pihak penonton.

Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta yang mengatakan bahwa kericuhan semakin tidak terkendali saat petugas menembakkan gas air mata.

Perlu diketahui bahwa penggunaan gas air mata telah melanggar regulasi FIFA pasal 19 b yang berbunyi No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.

“Tidak ada senjata api atau gas pengendali masa (gas air mata) yang boleh dibawa atau digunakan.

Baca Juga: Segera Dihentikan 5 Oktober 2022, Ini Langkah Wajib yang Harus Disiapkan Warga Jabodetabek Sambut TV Digital

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X