Southgate Kutuk Pelecehan Rasis pada Pemainnya

- Selasa, 13 Juli 2021 | 14:51 WIB
Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate/Foto Instagram
Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate/Foto Instagram


PELATIH timnas Inggris, Gareth Southgate mengutuk pelecehan rasis yang ditujukan pada tiga pemainnya yang gagal mengeksekusi tendangan penalti saat mereka kalah dalam final Piala Eropa 2020 melawan Italia.

Sebagai informasi, Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka menjadi korban pelecehan di media sosial setelah Inggris kalah adu penalti 3-2 di Wembley.

Para pemain Inggris telah membuat pendirian tegas dalam melawan rasisme selama turnamen ini dengan berlutut sebelum semua pertandingan mereka termasuk final Minggu.

“Bagi mereka yang dilecehkan adalah tak termaafkan,” kata Southgate pada konferensi seperti dikutip AFP, Selasa (13/7).

Baca Juga: Pemkot Semarang Padamkan Lampu PJU Selama PPKM Darurat, Pengamat: Tidak Ada Niat Mencelakakan

"Beberapa dari mereka berasal dari luar negeri, kita sudah diberitahu ini, tapi ada juga yang dari dalam negeri," terangnya.

Southgate tahu bagaimana rasanya menanggung ejekan dan cemoohan setelah kekalahan yang menyakitkan. Apalagi untuk mereka yang gagal mengeksekusi penalti penentu.

Banyak pemain Inggris saat ini maupun sebelumnya, termasuk David Beckham dan Raheem Sterling, dituding oleh penggemar Three Lions sebagai biang keladi dalam kegagalan turnamen besar.

Keputusan Southgate memasukkan Rashford dan Sancho di saat-saat terakhir perpanjangan waktu, khususnya agar mereka bisa mengambil penalti, menuai kritik karena pertaruhan itu menjadi bumerang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Chiellini Dibujuk Tampil di Piala Dunia 2022

Kamis, 15 Juli 2021 | 14:26 WIB

Piala Eropa 2020 Jadi Obat Italia Selama Pandemi

Selasa, 13 Juli 2021 | 15:58 WIB

Southgate Kutuk Pelecehan Rasis pada Pemainnya

Selasa, 13 Juli 2021 | 14:51 WIB
X