Presiden UEFA Pastikan Format Euro 2020 Tak Akan Dipakai Lagi, Dinilai Tak Adil

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 06:26 WIB
Logo Euro 2020. (UEFA)
Logo Euro 2020. (UEFA)

LONDON, suaramerdeka.com – Format Euro 2020 tak akan lagi dipakai di edisi selanjutnya. Seperti diungkapkan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, format tersebut tidak adil sehingga dia tak mendukung untuk dipakai kembali.

"Saya tidak akan mendukungnya lagi. Dalam penerapannya, ini tidak tepat karena ada beberapa tim yang harus melakukan perjalanan lebih dari 10.000 km. Sementara yang lain hanya menempuh 1.000 km," kata Ceferin dalam keterangan resminya.

Format berbeda diusung Euro 2020 karena dilangsungkan di 11 negara yakni Inggris, Italia, Azerbaijan, Rusia, Spanyol, Rumania, Belanda, Skotlandia, Denmark, Hongaria, dan Jerman.

Baca Juga: Tersingkir dari Euro 2020, Skuat Denmark Tetap Dapat Sambutan Istimewa

Bagi sejumlah negara, format ini cukup merepotkan karena mereka harus berpindah dari satu negara ke negara lain untuk berlaga.

Salah satu negara yang menempuh laga terjauh selama Euro 2020 adalah Swiss dengan 15.486 km. Xherdan Shaqiri harus berlaga di empat negara berbeda yaitu Italia, Azerbaijan, Rumania, dan Rusia sebelum tersingkir di perempat final.

Skotlandia menjadi negara dengan jarak perjalanan terpendek di Euro 2020 karena hanya memainkan laga di rumah mereka, Hampden Park dan Wembley di Inggris.

"Ini tidak adil bagi fan yang harus berada di Roma dan kemudian harus berpindah ke Baku beberapa hari kemudian. Itu penerbangan empat setengah jam,” kata Ceferin.

Baca Juga: Final Copa America 2021 Bisa Dihadiri Penonton, Tiket Diberikan Gratis

Format itu dipastikan Caferin tak akan dipakai lagi pada edisi selanjutnya, karena sangat menyulitkan dan tak adil untuk beberapa negara serta para fan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Demi Jersey CR7, Fans Cilik Ini Kena Denda Rp 48 Juta

Senin, 15 November 2021 | 14:01 WIB

Chiellini Dibujuk Tampil di Piala Dunia 2022

Kamis, 15 Juli 2021 | 14:26 WIB

Piala Eropa 2020 Jadi Obat Italia Selama Pandemi

Selasa, 13 Juli 2021 | 15:58 WIB

Southgate Kutuk Pelecehan Rasis pada Pemainnya

Selasa, 13 Juli 2021 | 14:51 WIB
X