Prancis Tersingkir dari Euro 2020, Deschamps Minta Mbappe Tak Disalahkan

- Selasa, 29 Juni 2021 | 07:28 WIB
Kylian Mbappe.(UEFA)
Kylian Mbappe.(UEFA)

BUKARES, suaramerdeka.com – Usai Prancis tersingkir dari Euro 2020, pelatih Didier Deschamps meminta semua pihak jangan menyalahkan Kylian Mbappe.

Diakui sang pelatih, Mbappe sangat sedih lantaran dia merupakan satu-satunya eksekutor yang gagal mengeksekusi penalti dalam babak tos-tosan kontra Swiss.

"Kylian Mbappe luar biasa sedih, seperti halnya semua pemain, tetapi tak boleh ada seorang pun yang menyalahkan dia karena dia diserahi tanggung jawab mengambil tendangan penalti," kata Deschamps dalam laman UEFA.

Baca Juga: Inggris Vs Jerman, Loew Akui The Three Lions Tim yang Kuat

Laju Prancis hanya sampai di 16 Besar karena ditumbangkan Swiss 4-5 lewat babak adu penalti pada laga di National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa dini hari tadi.

Prancis sejatinya bangkit dari ketertinggalan usai dibobol lebih dulu via Haris Seferovic. Mereka lantas berbalik unggul 3-1 lewat dwigol Karim Benzema dan satu dari Paul Pogba.

Namun, Swiss berhasil memaksakan hasil imbang 3-3 melalui gol kedua Seferovic serta Mario Gavranovic. Laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti.

Baca Juga: Digosipkan Akan Dilepas Barcelona, Jordi Alba: Saya Ingin Bertahan Seumur Hidup

Di babak tos-tosan semua penendang Swiss bisa melaksanakan tugasnya. Di kubu Prancis, hanya Mbappe yang gagal mengeksekusi penalti.

Kegagalan itu melengkapi performa buruk Mbappe di laga itu, di mana dia juga punya banyak peluang namun tak bisa dikonversi menjadi gol.

Melawan Swiss, Prancis diakui Deschamps tampil tidak seperti biasanya yang malah memperlihatkan kelemahannya.

"Kami sudah melakukan apa yang kami butuhkan untuk mempertahankan kedudukan 3-1, dan lalu kami menunjukkan kelemahan, hal yang tidak biasa bagi kami. Kalah adu penalti itu selalu kejam untuk tim mana pun," kata dia lagi.

Sementar aitu, bek Prancis Raphael Varane menyebut adu penalti itu ibarat bermain lotre.

"Adua penalti itu lotre. Kami bisa saja mencetak skor pada babak perpanjangan waktu karena kami memiliki banyak peluang untuk melakukannya. Akan tetap tenang di ruang ganti pemain dan kami semua fokus kepada tujuan-tujuan mendatang kami," kata Varane.

Bek Real Madrid itu juga mengaku sangat terpukul oleh kelahan tersebut.

"Sungguh mengecewakan. Kami berantakans ekali pada babak pertama. Kami menjawabnya pada babak kedua tapi itu kemudian membuat mereka mendapatkan ruang dan mereka bisa bangkit.”

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Chiellini Dibujuk Tampil di Piala Dunia 2022

Kamis, 15 Juli 2021 | 14:26 WIB

Piala Eropa 2020 Jadi Obat Italia Selama Pandemi

Selasa, 13 Juli 2021 | 15:58 WIB

Southgate Kutuk Pelecehan Rasis pada Pemainnya

Selasa, 13 Juli 2021 | 14:51 WIB
X