Isu Match Fixing Muncul, Ketum PSSI Tegaskan Komitmen Berantas Praktik Suap dan Pengaturan Skor

- Rabu, 24 November 2021 | 13:23 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan komitmen berantas praktek suap, pengaturan skor serta match fixing di seluruh kompetisi di Liga Indonesia. (pssi.org)
Ketum PSSI Mochamad Iriawan komitmen berantas praktek suap, pengaturan skor serta match fixing di seluruh kompetisi di Liga Indonesia. (pssi.org)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kompetisi sepakbola tanah air kembali diguncang isu match fixing, yang ada di kompetisi Liga 3 2021 Jawa Timur.

Menyikapi isu match fixing itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI terus berkomitmen untuk memberantas segala praktik suap, pengaturan skor serta match fixing di kompetisi Liga Indonesia.

“Saat ini Komdis Asprov PSSI Jatim resmi melaporkan empat orang (Bambang Suryo, David, Billy, dan Anshori) ke Polda Jatim yang diduga akan melakukan suap kepada beberapa pemain di Liga 3 Jatim. PSSI mengutus Ketua Komdis (Erwin Tobing) untuk mendampingi proses pelaporan tersebut,” kata Iriawan dari laman pssi.org, Rabu, 24 November 2021.

Iriawan menambahkan keempat orang ini dilaporkan ke Polda Jatim karena bukan bagian dari football family.

Baca Juga: PSIS Dikejar Jadwal Padat, Tim Pelatih Jaga Kondisi Pemain

Jadi karena bukan football family tidak bisa dihukum menggunakan kode disiplin PSSI.

“Status perkara yang dilaporkan tersebut saat ini dalam tahap penyeledikan. Percobaan suap terjadi pada laga NZR Sumbersari (Malang) melawan Gresik Putra FC 12 November lalu.

Penyuap memberi iming-iming uang sejumlah Rp 70 juta hingga Rp 100 juta agar Gresik Putra mengalah kepada NZR Sumbersari,” jelas pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut.

Terkait komitmen wasit di Liga 1 dan Liga 2, Iriawan menyatakan bahwa bahwa saat ini kesejahteraan wasit sangat diperhatikan PSSI.

Baca Juga: Komplotan Pencopet di Mandalika Berhasil Diringkus, Tiga Orang di Antaranya Satu Keluarga

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X