Revisi RPJMD Belum Maksimalkan Proyek Strategis Nasional di Jateng

Maya
- Kamis, 27 Mei 2021 | 12:14 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah masih terlalu pesimis dalam memasang prediksi pertumbuhan ekonomi, target indikator kinerja utama dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 - 2023.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua pansus Revisi RPJMD Hadi Santoso, belum lama ini di Semarang.

"Masih terlalu pesimis dan belum memaksimalkan potensi hadirnya proyek strategis nasional di Jateng, artinya kita hanya jadi penonton tingginya investasi di Jateng," kata Hadi.

Menurut Wakil ketua komisi D DPRD Jawa Tengah tersebut potensi wilayah tersebut sangat jelas. Munculnya Perpres 79/2019 yang melahirkan Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur dan Perpres 109/2020 yang mendorong lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang, tinggal bagaimana memanfaatkan.

"Melihat dari target yang dipasang belum tercermin optimisme. Ribuan proyek di Jateng tidak mampu diolah untuk menaikan pajak daerah. Juga belum terlihat terobosan mengambil potensi pendapatan dari lahirnya kawasan industri ini bagi pemerintah," tuturnya.

Menurut Politikus PKS itu, dalam revisi target untuk indikator kemiskinan sampai 2023, dikoreksi dari 7,8 persen naik 10,27 persen. Pengangguran terbuka juga naik 5,67 persen,  pertumbuhan ekonomi dipasang turun dari 6,0 perse  menjadi 5,29 persen.

"Pemerintah masih beralibi soal Covid-19, seolah tidak bisa kendalikan sampai 2023,  padahal KSPN Borobudur terus berjalan, KI Kendal, KIT Batang sudah lari kencang. Target 7 persen dari pemerintah pusat tidak berani, kami pasang minimal mendekati, diangka 6,2 persen," tuturnya.

Kondisi ini menurut Hadi, kontras dengan Jawa Timur yang mampu mengoptimalkan potensi perpres 80/2019 soal percepatan ekonomi. Revisi RPJMD provinsi tersebut sudah cenderung positif diatas RPJMD lama sejak tahun 2021.

Pendapatan Jawa Timur di atas target 2020, semua indikator sudah di atas target di 2021. Bahkan provinsi tersebut berani memberi target kontribusi terhadap ekonomi nasional diatas 40 persen, atau hanya selisih sedikit dari Jakarta.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Liga Italia: Inter Milan Sukses Kalahkan Spezia 2-0

Kamis, 2 Desember 2021 | 04:20 WIB

Liga Italia: Inter Milan Menang 2-0 di Kandang Venezia

Minggu, 28 November 2021 | 05:41 WIB
X