Hanya 20 Persen Stasiun Radio Masuk Kategori Baik

Nugroho
- Selasa, 20 April 2021 | 05:33 WIB
(istimewa)
(istimewa)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Jumlah radio anggota Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) sebanyak 580 dan dari jumlah itu hanya 20 persen yang masuk kategori baik. Sebanyak 80 persen lainnya dalam kondisi kurang baik karena faktor manajemen pengelolaan dan ekonomi.

Ketua Bidang Organisasi PP PRSSNI, Denny J Sompie mengungkapkan hal itu dalam webinar Strategi Radio Bertahan di Era Digital, kemarin malam. Diskusi digelar Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi dan Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerja sama dengan Mahaka Radio Integra (MARI).

''Kami akui industri radio memang tidak semuanya dalam kondisi bagus, sebanyak 80 persen boleh dibilang kurang bagus dan hanya 20 persen yang kondisinya lebih bagus,'' ungkap Denny.

Kondisi radio tersebut menurutnya selain karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, juga akibat manajemen pengelolaan yang kurang maksimal. Manajemen pengelolaan sangat tergantung pada sosok ''kapten'' yang menahkodai stasiun radio. Sayangnya, tidak banyak pengelola yang siap dan bisa menjadi kapten. Biasanya, pemegang tampuk pimpinan selain pemilik radio bisa pula mereka yang aktif di radio bersangkutan namun belum begitu menguasai aspek manajemen siaran.

Perbaiki Persepsi

Denny menjelaskan saat ini pengurus PRSSNI sedang berusaha memperbaiki persepsi masyarakat mengenai radio. Satu dekade ini terjadi pergeseran persepsi masyarakat yang memandang radio sebagai media yang kuno dan tidak modern. Mereka cenderung beralih ke media digital tanpa melihat perubahan dan inovasi radio yang juga mengikuti perkembangan zaman.

''Kepengurusan PRSSNI di bawah Erick Thohir berusaha mengangkat persepsi tentang radio. Radio harus dikampanyekan supaya masyarakat mau mendengar kembali radio seperti beberapa tahun lalu sehingga pemasang iklan sebagai salah satu penyumbang dana juga mau beriklan di radio,'' tandasnya.

Kendati banyak radio yang dalam kondisi kurang bagus, tetapi ia optimistis masa depan radio masih bagus. Banyak stasiun radio yang melakukan perubahan dan inovasi mengikuti perkembangan zaman serta selera masyarakat. Ia mencontohkan Mahaka Radio Integra, tempatnya berkarier, melakukan banyak inovasi kreatif sehingga tetap mampu menarik pendengar. Radionya melakukan terobosan ke berbagai media sosial yang sedang tren.

Tahun 2019 lalu, ia menuturkan, PRSSNI membuat lomba cipta lagu dan dalam waktu dua bulan ada 1.600 peserta yang masuk. Ini jumlah yang luar biasa karena belum pernah ada lomba cipta lagu dengan peserta sebanyak itu. Ia menegaskan hal tersebut sebagai pertanda bagus bagi industri radio. Terbukti, ketika menggelar kegiatan masih banyak yang memberi perhatian.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Hasil Liga Europa: AS Roma Menang Telak 3-0 Atas HJK

Jumat, 16 September 2022 | 04:44 WIB
X