Krisis Barcelona Memang Parah, Nyaris Bubar pada Maret Lalu

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:20 WIB
Kantor Barcelona (FC barcelona)
Kantor Barcelona (FC barcelona)

BARCELONA, suaramerdeka.com - Krisis finansial yang melanda Barcelona rupanya terbilang sangat parah, bahkan klub tersebut nyaris bubar pada Maret lalu.

Hal itu diungkapkan CEO Barcelona, Ferran Reverter di mana manajemen lama di bawah kepemimpinan Josep Maria Bartemou mengelola keuangan secara serampangan.

Bahkan, Barcelona juga nyaris bubar jika pada akhirnya terbentuk menjadi sebuah perseroan terbatas alias PT.

"Di bulan Maret lalu, kami menemukan diri kami dalam kondisi keuangan negatif. Kalau Barcelona adalah perusahaan perseroan terbatas, maka situasinya mengarah ke pembubaran," kata Ferran Reverter saat menyampaikan hasil audit keuangan klub, Rabu 6 Oktober 2021.

Baca Juga: Spanyol Kalahkan Italia, Luis Enrique Ungkap Timnya Bermain Sesuai Karakter

Krisis finansial parah dialami Barcelona yang utanya dilaporkan mencapai angka 1,5 miliar euro atau sekitar RP 24,8 triliun.

Sebagian kecil utang tersebut adalah transfer pemain sebesar Rp 1,8 triliun.

Buruknya manajemen Barcelona sebelumnya dan diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 memicu krisis parah ini.

Krisis itu pula yang membuat Barcelona kehilangan Lionel Messi secara cuma-cuma, kemudian memangkas gaji dengan signifikan, termasuk mendepak Antoine Griezmann dan meminjamkannya ke Atletico Madrid.

Baca Juga: Italia Kalah dari Spanyol, Roberto Mancini Sayangkan Kartu Merah Bonucci

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Spanyol: Real Madrid Menang Tipis Atas Barcelona

Senin, 25 Oktober 2021 | 00:35 WIB

Laga El Clasico, Ajang Pembuktian Ancelotti dan Koeman

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:36 WIB

Liga Spanyol: Barcelona Taklukkan Valencia 3-1

Senin, 18 Oktober 2021 | 05:14 WIB
X