Ide Piala Dunia Digelar 2 Tahun Sekali, Presiden UEFA: Legitimasi Akan Turun dan Menipiskan Makna

- Selasa, 7 September 2021 | 05:26 WIB
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (bleacherreport)
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (bleacherreport)

NYON, suaramerdeka.com - Belakangan muncul ide dari Arsene Wenger selaku Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA, untuk menggelar Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

Sayangnya, ide itu tak disepakati Presiden UEFA, Aleksander Ceferin karena justru gengsi Piala Dunia ada karena jarang-jarang digelar.

"Kami rasa permata Piala Dunia punya nilainya karena gelarannya yang langka. Menggelarnya tiap dua tahun akan mengarahkannya ke turunnya legitimasi dan menipiskan makna Piala Dunia itu sendiri," ungkap Presiden UEFA seperti dilansir Sky Sports.

Sebelumnya Arsene Wenger berpendapat jika Piala Dunia digelar dua tahun sekali akan ada tontonan yang lebih menarik, sementara pemain bakal menjalani kompeisi lebih simpel karena tanpa kualifikasi.

Baca Juga: Franck Ribery Resmi Bergabung dengan Salernitana, Dikontrak Selama Setahun

"Menurut kami ada tempat untuk segala sesuatunya dan baik tim nasional serta klub memenuhi tempat untuk tuntutan fisik dan komersial itu," kata Aleksander Ceferin.

Untuk saat ini, Piala Dunia berlangsung empat tahun sekali, serta kualifikasinya digelar dalam empat periode yakni September hingga Oktober serta Maret.

"Mereka (para pemain) tak perlu melihat musim panas mereka dihabiskan untuk turnamen yang menguras, alih-alih menggunakannya untuk bersantai dan memulihkan diri," imbuh Aleksander Ceferin.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bersinar Musim Lalu, Pedri Rebut Gelar Golden Boy 2021

Selasa, 23 November 2021 | 04:36 WIB
X