panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
19 Mei 2011
Kasus Videotron Ike Santoso Ditahan
SEMARANG - Orang paling dicari dalam kasus dugaan penggelapan uang retribusi reklame videotron Jalan Pahlawan, Irenius Ike Santoso, akhirnya berhasil diamankan. Direktur PT Aji Guna Jaya itu dibawa ke Polrestabes Semarang, Rabu (18/5) pukul 04.00 dini hari.

Begitu datang, Ike langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Kepolrestabes Kombes Bambang Kristiyono menyatakan, Ike memang telah berada dalam penguasaan penyidik. Namun Bambang tidak menjelaskan apakah Ike ditangkap ataukah menyerahkan diri. ”Saya belum dapat laporannya, yang jelas kami telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan sekarang ditahan,” katanya kemarin.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, Ike disebutkan telah mengaku memalsukan surat-surat seperti perpanjangan izin reklame untuk PT Zentha Hitawasana, termasuk tanda tangan Kepala BPPT, Masdiana Safitri.
Begitu juga surat tanda terima pembayaran retribusi ke BPD Jateng juga ia palsukan.

Ike mengaku membawa duit retribusi milik PT Zentha Rp 1,304 miliar. Sejatinya uang itu untuk pembayaran retribusi videotron tahun 2009 dan 2010. Semua uang itu diakui telah habis untuk membiayai bisnisnya yang bangkrut.
Selama menjadi buruan polisi, Ike berada di Batam dan sempat tinggal di Singapura beberapa waktu. Namun Ike membantah bersembunyi.

Korupsi

Keberadaannya di Batam untuk mengurus proyek videotron di sana. Untuk proyek itu, Ike harus mengurus pengadaan barang ke Singapura. Bambang menyebutkan, pihaknya masih memeriksa Ike secara intensif. Terkait uang barang bukti penggelapan, meski Ike mengaku uang telah habis, polisi tetap berusaha mengembalikan. Kemudian penyidik juga akan menelusuri apakah ada keterlibatan pihak lain, terutama oknum Pemkot Semarang.

”Sejauh ini pasal yang disangkakan sesuai laporan baru penggelapan dan pemalsuan surat. Tapi bisa saja menuju ke dugaan korupsi kalau kami temukan kerugian negara. Siapapun yang terlibat kami periksa. Kami lihat aliran dananya, kalau memang ada oknum pemerintahan yang terlibat akan kami periksa,” jelas Kapolres.

PT Zentha Hitawasana adalah pemilik hak pengelolaan videotron Jalan Pahlawan sejak 2006. Dalam hal perizinan dan pembayaran retribusi, mereka bekerja sama dengan PT Aji Guna Jaya (AGJ) yang dipimpin Ike Santoso. Pembayaran lancar hingga tahun 2008.

Kasus mencuat sejak Pemkot memberi surat penagihan pada Zentha karena menunggak retribusi tahun 2009 Rp 176 juta. dan 2010 Rp 1.128.960.000. Hal itu dibantah perusahaan ini karena merasa telah membayar melalui Ike.

Zentha menunjukkan surat tanda terima pembayaran ke kasda dan surat perpanjangan izin reklame dari BPPT. Namun dua dokumen yang didapat dari Ike itu dinilai palsu oleh Pemkot. Sejak itu Zentha tak bisa menghubungi Ike Santoso dan PT AGJ kabarnya telah tutup.

Ike kemudian dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Total uang Zentha yang diduga dilarikan Ike  Rp 1,304 miliar. Sejauh ini telah 13 saksi yang diperiksa polisi di antaranya Masdiana Safitri, mantan Plh Kasatpol PP Soemardjo, Kepala Dinas PJPR Adi Tri Hananto dan Lucia Diah, staf PT Zentha Hitawasana.

Kasus ini juga diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang terkait dugaan korupsinya. Terkait penangkapan Ike, Kajari Semarang Ranu Mihardja menyatakan belum menentukan langkah apa yang akan diambil. ”Kami tunggu pemeriksaan polisi dulu,” katanya. (H68, K16-16)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER