panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 November 2012 | 12:05 wib
Keluarga atau Pekerjaan?
image

photo: informasitips.com

Wanita yang sudah menikah seringkali dihadapkan pada pilihan, antara menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir. Pada jaman modern seperti ini, setelah melewati masa emansipasi, para wanita seperti 'dituntut' untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang lebih tinggi dari pria.

Mungkin dulu, jika ada yang akan menikah, pertanyaan paling umum adalah "Calon suaminya bekerja di mana?" karena pandangan orang-orang adalah pantas menikah jika si pria lebih mapan dari wanita. Karena wanita diharapkan hanya untuk bekerja di rumah, merawat suami dan anak-anaknya kelak.

Apa sih alasan wanita ingin bekerja? Jika dilihat dari beberapa perspektif, mungkin masalah finansial atau ekonomi bisa jadi alasannya, namun alasan sebenarnya adalah sekedar gengsi. Sudah lulus dan jadi sarjana, belum lagi jika lulusan perguruan tinggi terkenal, masa tidak bekerja? Malu dong? Berkarir juga dianggap sebagai unjuk kemampuan diri sebagai wanita yang mandiri dan mapan, tidak melulu bergantung pada suami.

Banyak orang tua jaman sekarang yang malu jika anak perempuannya yang sudah lulus belum bekerja juga. Menjadi mandiri dan mapan memang tidak buruk, apalagi jika menyokong keuangan keluarga dan tidak diremehkan sebagai wanita.

Semenjak emansipasi wanita, mereka ingin lebih diakui bahwa mereka juga bisa bekerja dan sesukses pria di dunia pekerjaan. Dianggapnya, bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah sesuatu yang menarik. Beberapa menyatakan menjadi ibu rumah tangga membosankan. 'pekerjaan' ibu rumah tangga lantas diserahkan kepada pembantu atau baby sitter.

Pada akhirnya, menjadi wanita karir akan mengorbankan satu hal, yaitu keluarga. Wanita karir menghabiskan waktu lebih sedikit dengan keluarga ketimbang ibu rumah tangga, padahal anak-anak apalagi yang masih balita membutuhkan perhatian penuh dari ibunya seharian. Bayangkan jika anak-anak nantinya diasuh oleh orang lain sejak mereka kecil. Karena setelah bekerja hampir setengah hari penuh, malah jadi kelelahan dan tidak sempat mengurus keluarganya.

Menjadi ibu rumah tangga pun sebenarnya tidak semudah dan membosankan yang terlihat. Justru lebih sulit dari menjadi wanita karir, karena dibutuhkan banyak keahlian dan kesabaran, mengingat profesi ini tidak digaji tetapi bekerja selama 24 jam penuh. Dan sbenarnya menjadi ibu rumah tangga itu tidak 'nganggur-nganggur amat', justru sebenarnya lebih melelahkan. Banyak hal yang perlu dilakukan setiap harinya, seperti memasak, menjaga dan merawat anak, membersihkan dan merawat rumah, serta melayani suami.

Bukan berarti menjadi wanita karir adalah sesuatu yang negatif. Sah-sah saja jika lebih ingin mengutamakan menjadi wanita karir daripada ibu rumah tangga, karena keduanya memiliki manfaat dan konsekuensi masing-masing. Tetapi tidak dapat dielakkan suatu hari wanita karir akan dihadapkan pada pilihan, "Keluarga atau Pekerjaan?"

(frieda/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Agustus 2014 | 12:33 wib
Dibaca: 14371
image
18 Agustus 2014 | 11:47 wib
Dibaca: 16887
image
06 Agustus 2014 | 11:32 wib
Dibaca: 18230
image
26 Juli 2014 | 17:36 wib
Dibaca: 18785
image
08 Juli 2014 | 12:15 wib
Dibaca: 22854
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER