
Anda bertemu dengan seseorang, merasa saling tertarik, dan kemudian mulai menjalin hubungan. Seiring waktu, hubungan semakin serius dan Anda pun mulai berharap lebih dan membayangkan masa depan yang akan dibangun bersama sang kekasih hati.
Semua tampak baik-baik saja hingga secara tiba-tiba, dia mulai menarik diri. Dia tak lagi seantusias dulu saat membalas SMS atau mengangkat telpon Anda, tak ada lagi tatapan hangat saat sedang mengobrol berdua, dan sering menghindar untuk menemui Anda. Adakah sesuatu yang salah dengan Anda?
Menghadapi keadaan seperti ini, biasanya wanita-mungkin termasuk Anda-cenderung diam, karena khawatir salah bertindak yang justru akan memperburuk keadaan.
Jangan dulu panik, karena hal itu bukan hal baru dalam hubungan antara pria dan wanita. Setidaknya, ada beberapa hal yang membuat para pria menarik diri dari sebuah hubungan, di antaranya:
1. Kehilangan minat
Saat hubungan semakin serius, para pria akan kembali memikirkan arah hubungan itu, dan kembali menimbang-nimbang perasaannya. Bisa jadi, pada awalnya, dia hanya iseng mendekati Anda, dan ternyata respons Anda luar biasa. Dia tentu akan sangat bahagia karena berhasil mendapatkan Anda. Tapi setelah beberapa lama, dia merasa tidak ada lagi tantangan, dan kurang siap melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius.
Lebih parah lagi, dia kehilangan minat karena telah menemukan seseorang lain yang lebih menarik hatinya.
Apapun alasannya, seorang pria akan menarik diri bila dia merasa dia tidak yakin akan masa depan hubungannya dengan Anda. Saat itu, Anda memang tak bisa lagi berbuat apa-apa. Lebih baik mulai menerima kenyataan dan siapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk: putus!
2. Merasa terdesak
"Kapan kita menikah, Sayang?" Pria akan merasa tidak nyaman bila terus-menerus didesak untuk menuju ke arah hubungan yang lebih serius. Percayalah, bila pria sudah merasa siap, dia akan dengan senang hati melamar Anda. Tapi, jangan sekali-kali memaksanya, karena justru akan membuatnya semakin menarik diri.
Anda mungkin tidak bermaksud memaksanya, tapi terus-terusan membicarakan pernikahan hanya akan membuatnya tidak nyaman. Lebih baik Anda mulai membuka diri terhadap hal-hal lain, dan berikan waktu untuk dia menyiapkan segalanya. Sementara itu, Anda bisa memulai bisnis, atau memantapkan karir Anda.
3. Masih trauma
Ada kalanya, pria menarik diri dari hubungan yang semakin serius karena dia masih menyimpan trauma masa lalu. Mungkin dia pernah gagal dalam menjalin hubungan, atau, dia dibesarkan dalam keluarga yang kurang harmonis, sehingga dia agak takut untuk memegang komitmen.
Menghadapi hal ini, yang bisa Anda lakukan adalah membantunya mengatasi trauma. Berikan pengertian dan dukungan, untuk menguatkan hatinya, juga menyolidkan hubungan yang Anda bangun berdua.
(AOL/dila)