panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Juni 2013 | 05:33 wib
PSIS Tak Takut Persebaya
image

SEMARANG, suaramerdeka.com - PSIS berpeluang satu grup dengan Persebaya di babak 12 besar Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI). Selain Bajul Ijo, Laskar Mahesa juga akan bersaing dengan PS Bangka dan PSBS Biak untuk mendapatkan tiket semifinal bila masuk dalam Grup B.

Dari tiga lawan itu, Persebaya yang dibesut Tony Ho disebut-sebut dapat dikatakan sebagai yang tertangguh. Hal itu dibuktikan dengan belum pernah sekalipun menelan kekalahan selama fase penyisihan grup. Dari 14 laga, Persebaya merebut 10 kemenangan, sedangkan sisanya berakhir seri.

Meski demikian, gelandang PSIS Ronald Fagundez mengaku tidak takut menghadapi tim dari Ibu Kota Jatim itu. Menurutnya, sebaik-baiknya sebuah tim tetap memiliki kelemahan. Kelemahan itulah yang akan dimanfaatkan awak PSIS untuk memberikan kekalahan pertama bagi Persebaya.

''Persebaya adalah tim yang tangguh. Sama dengan PSIS, memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Indonesia. Suporter kedua kesebelasan juga tidak kalah fanatik. Duel dengan Persebaya akan sangat menarik untuk dinanti,'' tutur gelandang asal Uruguay itu.

PSIS dan Persebaya pernah terlibat dalam duel-duel klasik. Seperti pada era perserikatan 1987 di mana PSIS yang saat itu ditangani Sartono Anwar menjadi juara usai mengalahkan Persebaya 1-0 di final. Gol tunggal Syaiful Amri mengantarkan tim kebanggaan warga Kota Semarang keluar sebagai

pemenang. Adapun pertemuan bersejarah lain yang belum terlupakan, pada musim Ligina V 1999. Di bawah arahan Edy Paryono, PSIS kembali mengguli Persebaya di partai puncak. Gol semata wayang Tugiyo menempatkan tim yang kini bermarkas di Stadion Jatidiri sebagai juara Liga Indonesia.

Pada awal musim ini, sebenarnya Imral Korea Usman cs pernah merasakan kekuatan Bajul Ijo dalam laga uji coba. Berlaga di Stadion Gelora 10 November, Persebaya yang saat itu masih diarsiteki almarhum Miroslav Janu dipaksa bermain imbang 0-0.

Sementara itu Pelatih PSIS Firmandoyo menyebut, tak perlu gentar menghadapi siapapun lawan di 12 besar. Pasalnya dia yakin, bahwa tim-tim lain juga akan gemetar ketika mendengar nama PSIS, termasuk Persebaya. Tak seperti sebelum-sebelumnya, musim ini, tim berlogo Tugumuda telah menjelma menjadi kekuatan yang mematikan.

"Tak perlu takut dengan siapapun lawannya. Yang penting saat ini berusaha maksimal untuk menunjukkan yang terbaik. Kekurangan di fase penyisihan grup sedikit demi sedikit telah dibenahi. Kini tidak boleh minder tapi harus optimistis dapat memenangi laga," tandas Firmandoyo.

(Hendra Setiawan/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 5737
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 5580
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 6132
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 5489
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 5412
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER