
SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah vakum beberapa waktu, Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Semarang kembali menggelar kejuaran karate di GOR Mugas, Selasa (18/12). Kejuaraan yang memperebutkan Piala Dandim 0733 BS Semarang tersebut diikuti 253 karateka dari 10 perguruan.
Adapun nomor yang dipertandingkan adalah kumite (kelahi) dan kata (keindahan jurus) dengan menggunakan sistem gugur. Adapun kelompok yang dipertandingkan adalah usia dini (8-9 tahun, putra/putri), pra pemula (10-11 tahun, putra/putri), pemula (12-13 tahunputra/putri), kadet (14-15 tahun, putra/putri), yunior (16-17 tahun, putra/putri), senior (putra/putri), dan veteran.
Kejuaraan dibuka langsung oleh Ketua Umum FORKI Semarang Dandim 0733 BS Semarang Letkol Letkol Kav Dicky Armunantho Mulkan. Dia menyatakan, kejuaraan ini merupakan awal kebangkitan olahraga karate di Semarang setelah sekian waktu vakum menggelar kegiatan.
"Kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab kami pada insan karate dan masyarakat Semarang. FORKI sendiri kini berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi karateka Semarang," tandas Dicky di sela-sela kegiatan.
Ia mengakui, selama ini memang minim kejuaraan di Ibu kota Jateng ini. Karena itulah, Dandim Cup pertama ini merupakan pijakan awal untuk menuju prestasi yang tinggi. Ketua panitia Imam Prasetya menambahkan, ajang ini sekaligus dijarikan FORKI Semarang untuk menjaring atlet yang akan diproyeksikan untuk kualifikasi Porprov di Banjarnegara tahun depan.
"Kemungkinan pra-Porprov dilakukan Februari. Waktu yang singkat ini kami maksimalkan untuk menjaring atlet yang berkualitas. Usai kejuraan ini akan ada pembinaan dan pelatihan dari FORKI," ungkap Imam.
(Krisnaji Satriawan/CN26)