panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Agustus 2012 | 21:24 wib
Tak Minder Ikut Even Orang Normal
image

TIDAK banyak atlet yang berkesempatan tampil di tiga even olahraga sekaligus dan itu pun digelar dalam waktu hampir bersamaan. Tapi bagi David Mikael Jacob, seorang paralympian atau atlet difabel, keberaniannya turun di tiga even patut mendapat apresiasi.

Baginya, mengatur fisik dan stamina adalah suatu hal yang penting. Bukannya berlebihan, tapi dengan tiga even olahraga yakni Paralympic Games London, Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas), yang digelar secara berurutan dalam waktu berdekatan, kiranya dapat menjadi alasan tepat.

"Aku tidak lama di London, begitu selesai langsung kembali ke Tanah Air untuk ikut PON," kata David, sebelum keberangkatannya ke negara Ratu Elizabeth itu.

Saat ini, petenis meja tersebut sudah berada di Inggris untuk mengikuti Paralympic Games atau olimpiadenya atlet-atlet difabel, bersama tiga atlet difabelnya, Ni Nengah Widiasih (angkat berat), Agus Ngaimin (renang) dan Setyo Budi Hartanto (atletik).

Atlet kelahiran Ujung Pandang 21 Juni 1977 itu, membela panji Merah Putih sampai dengan 9 September saat even tersebut berakhir. Tak ada waktu untuk rehat, David langsung kembali ke Indonesia dan terbang ke Riau, lokasi digelarnya PON XVIII. Di multieven yang dihelat 9-20 September, dia turun membela kontingen DKI Jakarta.

Usai gelaran itu, David hanya memiliki waktu sejenak menarik nafas. Sebab, masih membela kontingen ibu kota, giliran Peparnas yang harus diikutinya mulai 7-13 Oktober di tempat yang sama.

"Ketiga even itu cukup penting bagiku, tapi  aku lebih mengutamakan Paralympic Games dan berusaha sekuat mungkin menyumbangkan medali, syukur emas untuk Indonesia," tutur David.

Yang dikatakan suami dari Jeanny Palar itu cukup beralasan. Karena meski even ini baru pertama kali baginya ikut serta, peluangnya meraih medali terbuka lebar. Apalagi dari sisi peringkat dunia paralympic, David bertengger di papan atas. "Saat ini aku berada di peringkat tiga duniakelas 10," imbuh ayah dari Bravely Daveson Jacobs itu.

Berat

Menurutnya, persaingan di London tergolong berat. Turun di tunggal kelas 10, saingan terdekatnya yakni Ge Yang (China) dan Jose Manuel Ruiz (Spanyol) berturut-turut merupakan peringkat satu dan dua dunia yang juga lebih berpengalaman karena pernah mengikuti even serupa di Guangzhou, China, empat tahun silam.

Belum lagi, petenis meja asal Polandia yang peringkatnya berada tepat di bawahnya. "Lawan kuat dua petenis meja yang peringkatnya ada di atas saya. Sementara dari Polandia berimbang karena sama-sama even perdana. Tinggal kesiapan mental tanding saja," papar atlet dengan cacat tangan kanan itu.

Berbeda dengan Paralympic Games, di PON, David terhitung atlet berpengalaman. Sudah lima kali dia tampil di multieven olahraga nasional ini, usai tampil perdana di PON Jakarta/1997. Jadi perasaan minder meski bertarung dengan atlet yang normal secara fisik sudah dikuburnya sejak lama.

Maka tak heran, medali emas digenggamnya saat PON XVI/2004 di Surabaya. Membela DKI Jakarta, kala itu dia berpasangan dengan M Zainudin. Belum lagi dengan perunggu PON XVI/2008 di nomor tunggal putra. Di Riau nanti, dia turun di nomor ganda putra (berpasangan dengan Achief Rakhman) dan campuran (Lindawati).

"Bangga dan bersyukur, walaupun kekurangan fisik, aku mampu bersaing dengan orang yang secara fisik lebih normal," tutur David yang menargetkan dua emas di Riau nanti.

Lantas, bagaimana peluangnya di Peparnas yang juga dilangsungkan di Riau? Turun di beregu dan ganda putra berpasangan dengan Komet Akbar, bungsu dari enam bersaudara itu tetap memasang target emas. Meski Peparnas nanti even perdana baginya.

"Aku belum pernah turun di even difabel nasional sebelumnya karena gabung ke olahraga difabel baru 2010," imbuh putra dari pasangan Jan Jacobs-Neelce Samallo Jacobs itu.

(Gading Persada/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Panel menu tepopuler dan terkomentar
04 April 2014 | 19:15 wib
03 April 2014 | 09:01 wib
02 April 2014 | 10:03 wib
FOOTER