
SOLO, suaramerdeka.com - Pengurus Kota Kota (Pengkot) Pelti Surakarta geram dengan sikap Pengurus Provinsi (Pengprov) Pelti Jateng yang tak segera menggelar babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV/2013 di Banyumas. Hal ini berdampak dengan terganggunya persiapan tim tenis Kota Solo untuk turun di pesta olahraga empat tahunan multievent tingkat Jateng.
"Sampai saat ini belum jelas juga kapan praPorprov digelar. Seharusnya September sudah digelar agar persiapan daerah bisa panjang," papar Sekretaris Umum Pengkot Pelti Surakarta Bambang Tuko Wibowo di Sekretariat KONI, kompleks Stadion Manahan, Rabu (8/8).
Dengan belum jelasnya pelaksanaan praPorprov, Pengkot Pelti Solo hanya bisa menunggu kepastiannya. Apalagi soal format pun bisa dikatakan masih buta. "Apakah formatnya masih seperti praPorprov sebelumnya, perkarasidenan dahulu atau ada tambahan atau bahkan ada perubahan. Regulasi dan petunjuk pelaksanaanya pun belum diketahui," tutur dia.
Meski begitu Pelti Solo tak ingin berpangku tangan begitu saja. Minimal lima petenis putra dan empat putri, ujar Bambang Tuko, sudah dipersiapkan untuk menyapu bersih tujuh emas dalam Porprov nanti. Di bagian putri ada Desy Pattaya, Zakia Dwi Intikani, Natania Ratih dan Sofani Wijaya. Belum di sektor putra yang mengandalkan Roy S, Bambang Preanto, Misno, Setio Imam dan Nanda.
Dua nama yang disebut terakhir masih 50 persen untuk bisa turun dalam ajang nanti karena terkendala pekerjaan. "Nanti kami cari pengganti keduanya. Bisa lewat seleksi atau penunjukkan," jelas dia.
Saat tampil sebagai tuan rumah dalam Porprov 2009 lalu, tim tenis Solo yang berangkat tanpa melalui babak kualifikasi hanya mampu meraih perak di tunggal putri dan perunggu di ganda campuran. "Target awal kami lolos dari praPorprov terlebih dahulu," imbuhnya.
Untuk peta persaingan, lanjut dia ada pada tim tenis Kota Semarang, Tegal, Kudus dan Banyumas. "Empat tahun terakhir perubahan sangat cepat, yang tadinya kalahan sekarang punya prestasi meningkat," tandas Bambang.
(Gading Persada/CN26)